Home / Olahraga

Senin, 4 Mei 2020 - 03:34 WIB

Mourinho dan Nyinyirannya soal Puasa Ramadhan

AtjehUpdate.com,- Jose Mourinho adalah sosok pelatih yang disukai dan dibenci. Tangan dingin pelatih asal Portugal ini kerap mengantarkan gelar bergengsi untuk klub yang diasuhnya.

Inter Milan menjadi salah satu klub paling beruntung karena pernah dilatih Mourinho. Pencapaian treble di musim 2009/10 adalah sesuatu yang spesial, yang sampai saat ini tak bisa terulang.

Meskipun demikian, bukan Mourinho namanya jika tak memicu kontroversi. Hal itu pernah dilakukannya saat membesut La Beneamata.

Sulley Muntar

Mourinho mengkritik pemainnya, Sulley Muntari yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, pada Agustus 2009. The Special One menganggap berpuasa membuat Muntari tak bermain maksimal, dan membuat Inter harus puas bermain imbang 1-1 melawan Bari di Serie A.

Baca Juga :  Senator 'Garis Keras' Aceh Lantik Pengurus Muaythai Provinsi Aceh

“Muntari memiliki masalah terkait dengan Ramadhan. Mungkin saat cuaca panas seperti ini tak bagus baginya untuk menjalankan puasa. Ramadhan datang di saat yang tidak ideal di saat pemain bertanding sepakbola,” kata Mourinho dilansir Daily Mail.

Komentar Mourinho tersebut menyulut reaksi keras dari Presiden Persatuan Islam Italia, Mohamed Nour Dachan. Menurutnya, puasa tak membuat pemain bola kehilangan stamina.

“Saya rasa Mourinho harus lebih sedikit bicara. Seorang muslim yang taat tak akan melemah karena kita tahu berdasarkan Institusi Kesehatan bahwa mental dan stabilitas psikologi bisa membuat olahragawan memiliki energi ekstra di lapangan,” kata Dachan.

Baca Juga :  Abu Nawas dan Surga Dalam Topi nya

“Seorang pemain yang beragama Kristen, Yahudi, ataupun Muslim tentu saja secara psikologis lebih tenang dan itu meningkatkan permainan,” tegasnya.

Bahkan orang dalam Inter sendiri tak sependapat dengan komentar Mourinho. Pelatih pribadi Muntari, Stefano Tirelli punya anggapan berbeda.

“Tidak semua orang memiliki reaksi yang sama terhadap perubahan kebiasaan di bulan Ramadhan,” kata Tirelli.

“Beberapa atlet sangat menderita karena kekurangan energi saat latihan dan pertandingan. Namun, pemain lain yang punya karakter, emosi, dan genetik bisa memiliki performa yang sama. Muntari adalah salah satunya,” jelasnya.

Share :

Baca Juga

Olahraga

Andai Tak Juara, Maroko Telah Memenangkan Segalanya!

Olahraga

Hajar Cina Taipei, Timnas Indonesia Ke Putaran Final Kualifikasi Piala Asia 2023

Olahraga

Fisik Pemain Timnas Vietnam Disebut Bisa Melemah Jika Tak Makan Babi

Olahraga

Khabib Tak Mau Menyiksa Justin Gaethje Di Depan Orangtuanya

Olahraga

Audiensi Dengan Pj Walikota Langsa, Pengurus PSBL Sampaikan Beberapa Program Kerja

Aceh

Senator ‘Garis Keras’ Aceh Lantik Pengurus Muaythai Provinsi Aceh

Olahraga

Pecat Solskjaer Tak Cukup, MU Juga Harus Buang 3 Pemain Benalu Ini

Olahraga

Resmi! Barcelona Pecat Ronald Koeman