Home / Gaya Hidup

Jumat, 15 Mei 2020 - 03:34 WIB

Media Amerika Tulis Nabi Muhammad SAW Yang Pertama Perkenalkan Lockdown

AtjehUpdate.com,- Sosok Nabi Besar Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT akan terus dikenang dan kagumi semua umat di dunia, sebagai orang yang dipercaya. Serta menyampaikan ajaran yang benar.

Dunia saat ini disesaki isu wabah virus Corona menakutkan dan mematikan. Bumi terasa dikotori virus Corona yang awalnya terjadi dari Wuhan, RRC beberapa bulan lalu.

Fenomena yang beredar di medsos, manusia bergelimpangan tak bernyawa, menggugah kepedihan yang mendalam bagi semua manusia.

Setiap detik, kabar korban virus Corona terus diunggah di medsos dari berbagai sumber. Sesungguhnya tidak ada mati karena Corona tapi karena ajal dengan jalan sebabmusabab yang ditimbulkan sang maha pencipta.

Saat ini, Kepala Pemerintahan dan negara pun sudah mengambil sikap tegas mengantisipasi merebaknya virus Corona dengan cara Karantina Kesehatan atau berdiam diri tidak boleh berkumpul. Cara ini dianggap ampuh untuk melalukan pencegahan awal terhadap wabah virus Corona. Sejumlah aktivitas terhenti. Meski tingkat Kecemasan melambung tinggi, namun demikian lockdown diberlakukan. Isu wabah virus Corona menjadi perhatian khusus.

Sehingga tidak heran kejelihan media asing terus menggali informasi, patut diacungi jempol. Salah media terkenal dunia dari Amerika Serikat (AS) berhasil mengulas laporan berita di media “Newsweek”, sesuai dilansir dari mediaumat.

Berita yang mengangkat judul: “Nabi Muhammad Yang Pertama Memperkenalkan Lockdown”. Konon kabarnya mengundang reaksi besar di jagat maya khususnya di medsos. Salah seorang penulis bernama, Dr. Craig Considine mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah “yang pertama” menyarankan dilakukan karantina kesehatan (lockdown) dan kebersihan diri dalam kasus pandemi.

Setiap kali ada bencana, krisis, atau epidemi di dunia, mereka ingat Islam dan utusan Islam, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallama, sementara di waktu-waktu yang lain mereka tidak mengingatnya. Sebaliknya, mereka banyak melakukan kejahatan terhadap kaum Muslim. Padahal Al-Qur’an dan Rasulullah (As-Sunnah) kaya akan nasihat-nasihat yang baik sebagai pelajaran.

Baca Juga :  4 PDP Akan Dipulangkan, Namun Aceh Tamiang Belum Publikasi Skenario Penanganan Covid-19

Sungguh yang paling utama bagi para cendekiawan itu adalah mengatakan kebenaran ilahi, dan jika mereka tidak tahu akan hal itu, maka seharusnya mereka bertanya, tetapi apa yang terjadi bahwa mereka hanya mengingat kebenaran ilahi ketika terjadi bencana, malapetaka, dan krisis.

Saat ini setelah kemunculan Epidemi Corona, mereka ingat dengan utusan Allah SWT di dunia yakni Nabi Muhammad SAW dan cara bagaimana beliau menangani epidemi, dan proses karantina kesehatan (lockdown) yang pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama, dan kebersihan dalam Islam.

Disebtkan juga bahwa : ” Kebersihan Itu Adalah Sebagian Dari Iman”. Hingga saat ini Islam sedunia menyakini pernyataan Rasulullah yakni Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT di dunia.

Dijelaskan dalam ulasan media terkenal Amerika Serikat ini, ketika delegasi Kristen datang kepada Amirul Mukminin Harun Al-Rasyid, maka beliau memerintahkan delegasi itu untuk mandi agar bau yang tidak enak hilang dari mereka.

Tentu Khalifah tidak mungkin berkata demikian pada mereka, kecuali pada saat itu pemandian uap sudah begitu dikenal di negara Khilafah. Sedang pemandian Turki masih ada hingga zaman kita ini.

Ketika krisis ekonomi terjadi pada tahun 2008, banyak yang mengatakan di antara para cendekiawan, penguasa dan menteri bahwa solusinya ada dalam sistem ekonomi Islam, bahkan beberapa dari mereka menuntut penerapan sistem ekonomi Islam, begitu juga tentang penyelesaian masalah politik di dunia.

Salah satu dari mereka mengatakan, jika Muhammad SAW masih hidup niscaya ia akan menyelesaikan masalah dunia sambil menyeruput secangkir teh. Sementara dalam aspek militer, maka kejeniusan Khalid bin Walid diajarkan di universitas Barat.

Juga yang terbaik dan utama bagi para cendekiawan itu adalah mengatakan kebenaran kepada manusia bahwa ideologi Islam adalah ideologi yang benar, yang mengatasi semua masalah kemanusiaan, baik kesehatan, epidemiologi, ekonomi atau lainnya.

Baca Juga :  Di Tengah Pandemi Covid 19, PT Verbeck Mega Perkasa Terus Pacu Renovasi Sejumlah Madrasah di Sumbar

Sungguh ketakutan dan kepanikan telah menimpa para cendekiawan dan politisi, di mana dikatakan oleh mereka bahwa umat Islam tidak tertular penyakit ini, atau mereka tidak rentan dengan epidemi ini.

Mengapa Newsweek dan Dr. Craig Considine tidak memperhatikan ideologi yang dibawa oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallama, tetapi hanya peduli pada bagaimana beliau mengatasi pandemi dan epidemi, dengan mengatakan bahwa Muhammad adalah orang pertama yang melakukan karantina kesehatan (lockdown).

Mengapa mereka tidak berbicara tentang kegagalan ideologi kapitalisme dalam menangani masalah-masalah modern, dan sebaliknya bahwa ideologi Islam adalah satu-satunya yang mampu menyelesaikan semua masalah.

Para tokoh politik di dunia sangat takut dan khawatir dengan epidemi yang mematikan ini, sebab orang tua sangat rentan terhadap epidemi, bahkan kemungkinan sembuhnya sangat sedikit.

Sementara para tokoh politik ini sebagian besar adalah orang tua di dunia. Sehingga beberapa dari mereka mulai membuat karantina mandiri.

Mereka mengelola urusan negara dari ruang tertutup.

Maka dengan demikian, kewajiban umat Islam dan para ulamanya adalah berjuang menegakkan Khilafah yang akan menyelesaikan semua masalah dan problem seluruh dunia.

Umat Islam harus menyadari akan agama yang Agung, lengkap dan komprehensif ini, yang ajarannya menjelaskan semua aspek kehidupan.

Allah Subhānahu wa ta’āla berfirman: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (TQS Al-Māidah 5: 3).

Fenomena wabah virus Corona telah melanda dunia, sehingga manusia takut terkena dampak itu. Mengkaji dibalik musibah besar ini, tentu menjadi ujian bagi semua manusia agar tidak lalai atas perintahNya, yang menciptakan langit dan bumi dengan seluruh isinya.

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

Paket Super Hemat! PASS KOPI Sediakan Menu Lengkap Berbuka Puasa

Gaya Hidup

Tak Cuma Kalap Makan, Ini Penyebab Perut Buncit saat Puasa

Gaya Hidup

Jamu Penghancur “Pelakor” Rumah Produksi SEROJA

Gaya Hidup

Abu Nawas dan Surga Dalam Topi nya

Gaya Hidup

Tak Lazim, Wanita Ini Berbagi Suami dengan Ibu dan Saudara Perempuannya

Gaya Hidup

Waduh! Sukses Jadi Ustad Kondang Ternyata Abdul Somad Pelihara ‘Jin’, Ini Ceritanya

Gaya Hidup

Orang Tua Ayu Ting Ting Akan Diperiksa Polisi Jumat

Gaya Hidup

Pengelolaan Parkir Aceh Tamiang Diminta Serahkan Ke Pihak Ketiga