Home Gaya Hidup Media Amerika Tulis Nabi Muhammad SAW Yang Pertama Perkenalkan Lockdown

Media Amerika Tulis Nabi Muhammad SAW Yang Pertama Perkenalkan Lockdown

AtjehUpdate.com,- Sosok Nabi Besar Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT akan terus dikenang dan kagumi semua umat di dunia, sebagai orang yang dipercaya. Serta menyampaikan ajaran yang benar.

Dunia saat ini disesaki isu wabah virus Corona menakutkan dan mematikan. Bumi terasa dikotori virus Corona yang awalnya terjadi dari Wuhan, RRC beberapa bulan lalu.

Fenomena yang beredar di medsos, manusia bergelimpangan tak bernyawa, menggugah kepedihan yang mendalam bagi semua manusia.

Setiap detik, kabar korban virus Corona terus diunggah di medsos dari berbagai sumber. Sesungguhnya tidak ada mati karena Corona tapi karena ajal dengan jalan sebabmusabab yang ditimbulkan sang maha pencipta.

Saat ini, Kepala Pemerintahan dan negara pun sudah mengambil sikap tegas mengantisipasi merebaknya virus Corona dengan cara Karantina Kesehatan atau berdiam diri tidak boleh berkumpul. Cara ini dianggap ampuh untuk melalukan pencegahan awal terhadap wabah virus Corona. Sejumlah aktivitas terhenti. Meski tingkat Kecemasan melambung tinggi, namun demikian lockdown diberlakukan. Isu wabah virus Corona menjadi perhatian khusus.

Sehingga tidak heran kejelihan media asing terus menggali informasi, patut diacungi jempol. Salah media terkenal dunia dari Amerika Serikat (AS) berhasil mengulas laporan berita di media “Newsweek”, sesuai dilansir dari mediaumat.

Berita yang mengangkat judul: “Nabi Muhammad Yang Pertama Memperkenalkan Lockdown”. Konon kabarnya mengundang reaksi besar di jagat maya khususnya di medsos. Salah seorang penulis bernama, Dr. Craig Considine mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah “yang pertama” menyarankan dilakukan karantina kesehatan (lockdown) dan kebersihan diri dalam kasus pandemi.

Setiap kali ada bencana, krisis, atau epidemi di dunia, mereka ingat Islam dan utusan Islam, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallama, sementara di waktu-waktu yang lain mereka tidak mengingatnya. Sebaliknya, mereka banyak melakukan kejahatan terhadap kaum Muslim. Padahal Al-Qur’an dan Rasulullah (As-Sunnah) kaya akan nasihat-nasihat yang baik sebagai pelajaran.

Sungguh yang paling utama bagi para cendekiawan itu adalah mengatakan kebenaran ilahi, dan jika mereka tidak tahu akan hal itu, maka seharusnya mereka bertanya, tetapi apa yang terjadi bahwa mereka hanya mengingat kebenaran ilahi ketika terjadi bencana, malapetaka, dan krisis.

Saat ini setelah kemunculan Epidemi Corona, mereka ingat dengan utusan Allah SWT di dunia yakni Nabi Muhammad SAW dan cara bagaimana beliau menangani epidemi, dan proses karantina kesehatan (lockdown) yang pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama, dan kebersihan dalam Islam.

Disebtkan juga bahwa : ” Kebersihan Itu Adalah Sebagian Dari Iman”. Hingga saat ini Islam sedunia menyakini pernyataan Rasulullah yakni Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT di dunia.

Dijelaskan dalam ulasan media terkenal Amerika Serikat ini, ketika delegasi Kristen datang kepada Amirul Mukminin Harun Al-Rasyid, maka beliau memerintahkan delegasi itu untuk mandi agar bau yang tidak enak hilang dari mereka.

Tentu Khalifah tidak mungkin berkata demikian pada mereka, kecuali pada saat itu pemandian uap sudah begitu dikenal di negara Khilafah. Sedang pemandian Turki masih ada hingga zaman kita ini.

Ketika krisis ekonomi terjadi pada tahun 2008, banyak yang mengatakan di antara para cendekiawan, penguasa dan menteri bahwa solusinya ada dalam sistem ekonomi Islam, bahkan beberapa dari mereka menuntut penerapan sistem ekonomi Islam, begitu juga tentang penyelesaian masalah politik di dunia.

Salah satu dari mereka mengatakan, jika Muhammad SAW masih hidup niscaya ia akan menyelesaikan masalah dunia sambil menyeruput secangkir teh. Sementara dalam aspek militer, maka kejeniusan Khalid bin Walid diajarkan di universitas Barat.

Juga yang terbaik dan utama bagi para cendekiawan itu adalah mengatakan kebenaran kepada manusia bahwa ideologi Islam adalah ideologi yang benar, yang mengatasi semua masalah kemanusiaan, baik kesehatan, epidemiologi, ekonomi atau lainnya.

Sungguh ketakutan dan kepanikan telah menimpa para cendekiawan dan politisi, di mana dikatakan oleh mereka bahwa umat Islam tidak tertular penyakit ini, atau mereka tidak rentan dengan epidemi ini.

Mengapa Newsweek dan Dr. Craig Considine tidak memperhatikan ideologi yang dibawa oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallama, tetapi hanya peduli pada bagaimana beliau mengatasi pandemi dan epidemi, dengan mengatakan bahwa Muhammad adalah orang pertama yang melakukan karantina kesehatan (lockdown).

Mengapa mereka tidak berbicara tentang kegagalan ideologi kapitalisme dalam menangani masalah-masalah modern, dan sebaliknya bahwa ideologi Islam adalah satu-satunya yang mampu menyelesaikan semua masalah.

Para tokoh politik di dunia sangat takut dan khawatir dengan epidemi yang mematikan ini, sebab orang tua sangat rentan terhadap epidemi, bahkan kemungkinan sembuhnya sangat sedikit.

Sementara para tokoh politik ini sebagian besar adalah orang tua di dunia. Sehingga beberapa dari mereka mulai membuat karantina mandiri.

Mereka mengelola urusan negara dari ruang tertutup.

Maka dengan demikian, kewajiban umat Islam dan para ulamanya adalah berjuang menegakkan Khilafah yang akan menyelesaikan semua masalah dan problem seluruh dunia.

Umat Islam harus menyadari akan agama yang Agung, lengkap dan komprehensif ini, yang ajarannya menjelaskan semua aspek kehidupan.

Allah Subhānahu wa ta’āla berfirman: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (TQS Al-Māidah 5: 3).

Fenomena wabah virus Corona telah melanda dunia, sehingga manusia takut terkena dampak itu. Mengkaji dibalik musibah besar ini, tentu menjadi ujian bagi semua manusia agar tidak lalai atas perintahNya, yang menciptakan langit dan bumi dengan seluruh isinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Akibat Galian Jargas PT Adhi Karya, Pipa PDAM Tirta Tamiang Bocor

AtjehUpdate.com,- Kualasimpang, Akibat penggalian jaringan gas (Jargas) yang dilaksanakan oleh PT Adhi Karya di Kabupaten Aceh Tamiang telah terjadi kebocoran pipa PDAM di jalan...

Walikota Disarankan Perintah Inspektorat Periksa Dinas Dikbud Langsa

AtjehUpdate.com,- LANGSA, Walikota Langsa, Usman Abdullah disarankan agar memerintahkan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan terhadap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Langsa. "Ini penting dilakukan sebagai...

Walikota Langsa Diminta Mediasi Kasus Pelaporan Wartawan

AtjehUpdate.com,- LANGSA, Kasus Pelaporan Wartawan ke polisi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Kota Langsa, Suhartini, ditanggapi dengan dingin oleh Kantor Hukum...

“Balas Budi” Diduga Penyebab Minimnya Pengungkapan Kasus Korupsi di Langsa

AtjehUpdate.com, LANGSA, Dugaan minimnya penanganan dan pengungkapan sejumlah kasus korupsi di Langsa yang kerap disuarakan oleh berbagai elemen sepertinya semakin nyata. Hal itu diduga tidak...

Recent Comments