Home / Aceh

Kamis, 21 Mei 2020 - 23:45 WIB

Meski Pandemi Covid 19, Taman Wisata Hutan Kota Akan Dibuka Kembali, Robert : Langkah “PUNGOE”

AtjehUpdate.com,- LANGSA, Upaya pemko Langsa untuk membuka kembali taman wisata hutan kota di hari pertama lebaran, tepatnya tanggal 24 Mei 2020 sebagaimana selebaran yang telah beredar di media sosial menuai kritik pedas dari berbagai elemen masyarakat kota Langsa.

Tak pelak, langkah pemko Langsa inipun mendapat kecaman dari salah seorang anggota Dprk Langsa dari komisi 2, Syamsul Bahri, SH yang akrab disapa Robert, lewat rilisnya yang disampaikan kepada media AtjehUpdate.com, Kamis (21/05/2020).

Menurut Robert ia sangat kecewa dengan keputusan pemko Langsa tersebut. Rencana membuka kembali taman wisata huta kota di tengah merebaknya pandemi covid 19 ini sebagai langkah Pungoe alias gila yang dilakukan pemko Langsa.

Baca Juga :  Hampir 5 Tahun Masyarakat Teupin Bugeng Dikerubungi Lalat

“Saya sebagai anggota dprk Langsa dan juga anggota komisi 2 dprk Langsa sangat kecewa dengan keputusan pemerintah kota langsa yang berencana akan segera membuka tempat wisata di tengah merebaknya pandemi covid 19,” ujar Robert geram.

Dijelaskannya lagi, padahal selama ini pemerintah sangat gencar-gencarnya mengalihkan puluhan miliyar anggaran untuk penanganan covid 19, dan bahkan banyak sekali anggaran yang dibatalkan demi pecegahan covid 19, “ehh kok tiba-tiba pemerintah kota Langsa malah mau membuka tempat wisata hutan kota di saat keadaan yang seperti ini,” tegasnya.

Baca Juga :  GeMPAR Aceh : Nova Iriansyah Dapat Dimakzulkan

“Apa artinya selama ini upaya-upaya yang di lakukan oleh pemerintah kota langsa kalo kejadiannya malah seperti ini.? saya rasa semua sia sia,”.

Secara pribadi dia mengaku sangat kecewa saat mendegar kejadian ini.

“Saya kira ini satu-satunya di Indonesia bahkan mungkin satu-satu nya di dunia cuma di kota Langsa aja dalam keadaan darurat covid 19 malah tempat wisata mau dibuka,” ketusnya.

Hingga menimbulkan tanda tanya besar dengan semua ini, dan kepentingan siapakah ini serta untuk siapa semua ini, “saya rasa ini adalah keputusan yang sangat gila alias PUNGOE'” tutup Robert penuh kecewa.

Share :

Baca Juga

Aceh

Jawaban Bupati Aceh Tamiang Atas Pandangan Umum Fraksi Amanat Persatuan dan Keadilan

Aceh

Panitia Dinilai Main Mata, Pilchik Kuala Parek Diminta Ulang

Aceh

GeMPAR Aceh: Kekurangan Gaji Perangkat Desa Di Aceh Timur Bisa Disiasati Via Dana Desa

Aceh

Pengacara Auzir Fahlevi: Jika Tidak Ada Tendensi, Kasus APDESI VS LSM dan Pers Bisa Diselesaikan Secara Qanun Aceh

Aceh

DPRK Dan Pemkab Aceh Tamiang Bahas Rancangan Qanun 2022

Aceh

Ustad Ditikam Saat Ceramah Maulid Nabi, Pelaku Pecatan Polisi

Aceh

Ulama Langsa Kecam Kegiatan Hura-hura Di Arena JAMDA

Aceh

Iman Suhery Jabat Camat Pada Dua Kecamatan Di Aceh Tamiang