Home / Hukrim

Selasa, 16 Juni 2020 - 09:10 WIB

Peradilan Sesat! Refly Minta Dua Terdakwa Kasus Novel Dibebaskan

AtjehUpdate.com,- JAKARTA, Pernyataan mengejutkan datang dari pengamat hukum tata negara Refly Harun. Mantan komisaris PT Jasa Marga (Persero) ini meminta dua terdakwa penganiaya Novel Baswedan dibebaskan.

Bahkan permintaan itu, diakui Refly disetujui oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut (red- Novel Baswedan). Kata dia, tuntutan jaksa dalam kasus Novel dianggap melecehkan marwah penegakan hukum di Indonesia.

Sebab, jaksa menganggap kasus tersebut sebagai kasus kejahatan biasa. Padahal, Novel Baswedan dikenal sebagai penyidik KPK yang getol menangkap para koruptor.

“Saya lihat tuntutan itu kok ini seperti melecehkan. Karena kita lihat bersama ada petugas yang sedang jalankan tugasnya melakukan pemberantasan korupsi dan menjadi korban teror hingga berdampak besar pada fisiknya,” kata Refly usai bertemu Novel di Jakarta, Senin 15 Juni 2020.

Baca Juga :  Sidang Pembakaran Mobil Pengacara, Saksi Korban: Terdakwa Pasang Badan untuk Selamatkan Pihak Lain yang Terlibat

Ia pun menyebut tuntutan satu tahun penjara sangat menghina akal sehat publik. Apalagi, lanjut Refly, Novel Baswedan merasa kedua terdakwa telah dipaksa mengaku melakukan tindakan penyiraman air keras terhadapnya.

“Kalau bukan pelaku sesungguhnya maka peradilannya kan bisa sesat. Maka kalau itu bukan pelaku sesungguhnya harusnya itu dibebaskan,” kata Refly.

Refly pun mengajak publik jangan puas dengan tuntutan lebih dari satu tahun. Sebab, yang terpenting dalam peradilan ini ialah mengungkap fakta dan menghukum pelaku asli dari penyiraman tersebut.

Jika hal itu bisa terungkap, maka persoalan besar dari kasus tersebut dapat terungkap. Refly meyakini kasus Novel Baswedan berkaitan dengan dimensi-dimensi lain seperti kekusaan.

Sehingga, kasus itu bukanlah sekadar kejahatan kriminal pada umumnya. “Jangan ada diskursus bahwa akan selesai jika pelaku dihukum tiga atau lima tahun. Sehingga seolah-olah case closed dengan hukuman itu. Padahal yang alami yakini bukan terdakwa pelakunya,” kata Refly.

Baca Juga :  Diduga Rekayasa Kasus, JPU Budi Atmoko Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan

Ia berharap hakim dapat melihat kejanggalan-kejanggalan dari dakwaan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Sehingga, penyelidikan dapat diulang dari awal untuk mencari pelaku sesungguhnya.

Sebelumnya, Ronny Bugis, terdakwa penganiaya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, dituntut pidana penjara selama 1 tahun.

Dia terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat seperti yang diatur dan diancam pidana dalam pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, sesuai dakwaan subsider Jaksa Penuntut Umum.(*)

Share :

Baca Juga

Hukrim

Congkel Teralis Jendela, 3 Pria di Langsa Diamankan Polisi, 2 Diantaranya Masih Pelajar

Hukrim

Tok! Hakim Vonis Bebas Anggota DPRK Aceh Timur

Hukrim

Truk “Sarana Kejahatan” Pengangkut Rokok Ilegal Dilepas KPPBC TMP C Kuala Langsa

Hukrim

Oknum Penyidik Polres Cianjur Diduga Memback-up Terlapor Penculik Anak

Hukrim

Ketua Dewan Pers : Legalisasi “Law As a Tool of Crime” di Penangkapan Wilson Lalengke

Hukrim

Kenakan Baret Merah Bintang 5, Habib Bahar Bebas Dari Penjara

Hukrim

BPBD Langsa Kerahkan Rubber Boat Cari Jasad Cari Rg, Bocah Diduga Dibunuh

Hukrim

Himpunan Ulama Dayah Aceh Kota Langsa Desak Pemerintah Cabut Aplikasi “Kitab Suci Aceh”