Home / Aceh

Sabtu, 11 Juli 2020 - 12:36 WIB

Proyek Jaringan Gas Di Kota Langsa Amburadul

AtjehUpdate.com,- LANGSA, Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM), Nasruddin, menilai General Affair PT Adhi Karya (Persero) Tbk Dept EPC, Proyek Jaringan Gas Kota Langsa, Surya, telah melakukan pembohongan publik, terkait pernyataannya bahwa pekerjaan sudah mencapai 80 persen tahap pertama.

Maka dalam hal ini Ketua FPRM balik bertanya, “Apa tolak ukur dan refererensinya hingga menyatakan, pekerjaan sudah 80 persen. Itu harus dijelaskan, secara spesifik,” ujar Nasruddin kepada wartawan, Jum’at (10/7/2020) di Langsa.

Dikatakan lagi oleh Nasaruddin, hendaknya manajemen PT Adhi Karya, menguraikan secara rinci proses pemasangan yang menya takan sudah 80 persen,  dilaksanakan.

“Jangan hanya ingin memperlihatkan, seakan-akan proses pengerjaan nya berjalan baik, padahal masih banyak kekurang an dan parahnya lagi tidak dilakukan, sosialisa si terhadap masyarakat di Langsa,” ucapnya.

Baca Juga :  Klarifikasi Ketua DPRK Aceh Tamiang Abaikan Fakta Yang Ada  

Pantauan awak media di lokasi galian jaringan pipa gas bawah tanah didapati, proyek tersebut dikerjakan tidak mengutamakan kenyamanan terhadap pengguna jalur lalulintas.

Para pengguna jalan khususnya sepeda motor maupun mobil, terganggu dan macet akibat kesemrawutan pekerjaan. Bahkan, diperparah lagi dengan lubang lubang yang digali dan ditinggalkan terbuka begitu saja.

Sementara menurut Brahim (supir), sehari hari dipanggil Bram, warga gampong Melayu, merasa sangat khawatir terhadap lubang maut yang digali, disisi kiri kanan badan jalan. Lubang yang dalamnya hampir 2 meter itu tanpa dipasang tali safety pita pengaman, (policeline).

Padahal, berapalah harganya tali plastik berwarna kuning dan tipis itu, “Dasar pelit… , cari keuntungan diatas penderitaan orang banyak”. Ini setiap saat mengundang malapetaka terhadap pengguna jalan raya, terutama anak anak yang berdomisili sekitar lubang galian, ujar Brahim.

Baca Juga :  MPU Aceh Diminta Bersikap Bijak dengan Fatwa yang Menyejukkan Ummat

Informasi lain juga diperoleh awak media bahwa, galian jaringan pipa gas bawah tanah tersebut juga pernah merusak jaringan pipa air PDAM yang menyuplai air ke rumah warga.

Bahkan lebih parah lagi, pihak pelaksana galian juga se-enaknya menumpukan barang barang milik Subcon PT. Adhi Karya, didepan pintu masuk atau dipekarangan rumah warga.

Terkait masalah dugaan melakukan, “kebohongan publik” yang disampaikan kepada media sudah mencapai 80 persen, sempat dikonfirmasi wartawan pada Rabu (8/7/2020) melalui WhatsApp belum memberikan tanggapannya.

Anehnya Proyek Jaringan Gas bawah tanah untuk kebutuhan rumah masyarakat di Kota Langsa, merupakan Proyek Nasional yang  dimenangkan tendernya  oleh perusahaan milik BUMN. Namun kenyataan dilapanngan terkesan seperti, proyek bantuan untuk desa terpencil, amburadul alias “Bad Management”.

Share :

Baca Juga

Aceh

Langsa Zona Merah, Tim Yustisi Lakukan Penyekatan 

Aceh

BIMTEK Perangkat Gampong dan Pengurus BUMG Se-Aceh Timur, LOPMMI Hadirkan Pemateri Terbaik di Indonesia

Aceh

Ibu Muda di Aceh Timur Mengaku Diperkosa, Diduga Anaknya Dibunuh Pelaku

Aceh

Beritakan Bangunannya Tanpa IMB, Owner Kuliner Gertak Wartawan

Aceh

Dianggap Ganggu Aktifitas Mushalla, YARA Minta Wali Kota Langsa Cabut Izin Usaha Refleksi

Aceh

Satu Kepala OPD Di Langsa Positif Narkoba Jenis Ganja

Aceh

Langsa Adalah “BANDUNG” nya Aceh

Aceh

Terbuka untuk Umum! Kamis Besok Penyampaian Visi Misi Calon Geuchik PB Seulemak