Home / Aceh

Jumat, 24 Juli 2020 - 19:40 WIB

Sudah 25 KM Menggali, Diduga Pekerja Jargas Hanya Dapat Cashbon

AtjehUpdate.com,- LANGSA, Sudah kerjakan penggalian pemasangan Jaringan Gas (Jargas) selama hampir 6 minggu, pekerja yang sengaja didatangkan dari Brebes, Jawa Tengah itu ternyata baru terima Cashbon (pinjaman) sebesar Rp 1.000.000 per pekerja.

Demikian dikatakan salah seorang pekerja galian yang tak ingin disebutkan identitasnya saat ditemui wartawan bersama sejumlah pekerja lainnya, Rabu (22/07/2020) malam.

Sejauh ini para pekerja sudah mengerjakan galian sekaligus ngerojok sepanjang kurang lebih 25 Km.

“Kami udah selesaikan galian sepanjang 25 Km,” ungkapnya bangga.

Diakuinya, sementara untuk makan dan alat kerja, mereka sediakan sendiri dengan sistem pinjaman. Meskipun setiap harinya ada diberikan Rp 50.000 untuk uang makan, tapi tetap dipotong dari hasil kerja.

Ironisnya, dirinya juga mengaku pekerjaan yang sedang mereka kerjakan saat ini di upah sebesar Rp 18.000/meter dengan menggali, ngerojok, pasang selang dan menimbun kembali.

Baca Juga :  Buntut Meninggal 6 Pekerja PETI, Pemilik Lahan Dan Pemodal Telah Berstatus Tersangka

Pada perjanjian awal, sistem upah menurut pengakuan pekerja, setiap tiga minggu sekali pihak vendor harus menyelasaikan hak nya, bayar 2 minggu di gantung 1 minggu.

Namun, sudah hampir 6 minggu bekerja, belum sekalipun dibayarkan, “kami hanya baru menerima cashbon 1 juta tadi,” terangnya pilu.

General Affair PT Adhi Karya, Tbk, Surya saat dikonfirmasi, Kamis sore (23/07/2020) mengatakan, tidak benar pihaknya belum membayar upah pekerja galian.

“Upah pekerja menjadi tanggung jawab subcon atau mandor, Adhi Karya tidak terikat langsung dengan pekerja, tapi terikat Kontrak dengan Subcon atau mandor, tapi jika ada pekerja yang belum di bayar, kami akan memfasilitasi dan mediasi untuk mencari solusi, ini jika memang ada yang belum terbayar.

Baca Juga :  Negara Dirugikan Miliaran Rupiah, Bea Cukai Cuma Tangkap Lepas

“Karena setelah subcon masuk ke Adhi Karya sesuai perjanjian subcon secara otomatis finansial sudah cukup, sudah seharus subcon memenuhi hak pekerja,” kata Surya.

Dijelaskannya, PT Adhi Karya hanya ada perjanjian kontrak dengan subcon sementara pekerja galian wewenangnya di subcon.

“Pekerja membuat Kontrak dengan Subcon atau mandor, isi Kontrak tentu kewenangan subcon, nilai upah tentu kewenangan subcon,” terangnya lagi.

Sampai saat ini dirinya mengaku bahwa PT Adhi Karya tidak ada lagi sangkutan kepada Subcon. “Sesuai kontrak, terkait upah sudah dibayarkan sepenuhnya kepada Subcon,” terangnya.

“Akan tetapi mengenai alat kerja, mereka bawa sendiri dari Brebes,” ujarnya.

Coba dihubungi secara terpisah, Raji, perwakilan PT Artha Kencana selaku salah satu Subcon/vendor, belum juga memberikan jawabannnya. (Frenk)

Share :

Baca Juga

Aceh

Tgk. H. Syeh Muhajir : Jika Pemerintah Lalai, Missionaris Akan Sangat Mudah Jalankan Misi Permutadan

Aceh

Terbuka untuk Umum! Kamis Besok Penyampaian Visi Misi Calon Geuchik PB Seulemak

Aceh

Pemkab Aceh Tamiang Sampaikan RAPBK 2021, Berikut Taaggapan Fraksi Amanat Persatuan dan Keadilan DPRK

Aceh

Dugaan Maling Volume Pekerjaan Jalan Nodai WTP ke 8 Walikota Langsa

Aceh

Tindaklanjuti Laporan LSM, Tim Ombudsman RI Turun Ke Aceh Timur

Aceh

8 Imigran Rohingya Kabur dari Kamp Penampungan di Lhokseumawe

Aceh

Bank Muamalat Langsa Salurkan Sembako Bagi Warga Berdampak Covid-19

Aceh

Ustad Ditikam Saat Ceramah Maulid Nabi, Pelaku Pecatan Polisi