Home / Aceh

Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:59 WIB

Klarifikasi Ketua DPRK Aceh Tamiang Abaikan Fakta Yang Ada  

AtjehUpdate.com,- Kualasimpang, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gadjah Puteh menilai klarifikasi Ketua DPRK Aceh Tamiang ngawur. Pasalnya dalam klarifikasinya pada kegiatan tersebut, sudah dikoordinasikan oleh Komisi II DPRK  Aceh Tamiang.

“Disini kita bukan persoalan yang sudah dikoordinasikan dengan pihak internal mereka (Komisi II) melainkan fakta adminitrasi yang salah alamat,” tegas Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah Al Mahdaly, kepada media di Karang Baru, Rabu (112/8/2020).

Sayed menegaskan Surat Tugas yang diberikan kepada Tim Pakar Ketua DPRK Aceh Tamiang dengan nomor 102/ST/set-DPRK/2020 memberikan tugas kepada Tim Pakar Ketua DPRK Aceh Tamiang tersebut untuk mendampingi Ketua DPRK Aceh Tamiang tujuan Banda Aceh dengan durasi lamanya tugas lima (5) hari dari tanggal 15  – 19 Maret 2020.

“Tugas yang diberikan kepada Tim Pakar Ketua DPRK Aceh Tamiang tersebut untuk mendampingi Ketua DPRK Aceh Tamiang dalam rangka konsultasi ke Dinas Pertanian dan Bidang Perkebunan, Dinas Kelautan dan Perikanan dan DPRA Propinsi Aceh terkait Tata Cara/Prosedur Pelaksanaan Replanting/Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Daerah Pesisir dan DPRA sebagai Lembaga Pengawas Terhadap Pelaksanaan Program Replanting/Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Propinsi Aceh,” jelas Sayed.

Baca Juga :  Tuan Bukan Tu(h)an..

Menurut Sayed dalam ini surat sudah jelas maksud tujuan yang diberikan kepada Tim Pakar Ketua DPRK Aceh Tamiang. ” Ketua DPRK Aceh Tamiang dalam kegiatan tersebut tidak pergi. Jadi apa alasan Tim Pakar ikut dalam kegiatan Komisi II,” tegas Sayed.

Sayed meminta kepada Ketua DPRK Aceh Tamiang agar dapat melihat secara utuh dari maksud tujuan Surat Tugas dengan nomor 102/ST/set-DPRK/2020. “Jadi bukan persoalan koordinasi di internal mareka (Komisi II) pahami dulu maksud suratnya,” pinta Sayed.

Jadi menurut Sayed kalau alasan Ketua DPRK Aceh Tamiang ada agenda lain dikantor seharusnya Surat Tugas Tim Pakar juga tidak dapat dikeluarkan.

Baca Juga :  ALASKA Demonstrasi di Polres dan KAJARI Langsa

“Jadi tidak ada alasan Staf ahli di Komisi II DPRK Aceh Tamiang, baru diangkat atau ditetapkan pada saat bulan April 2020,” tegas Sayed.

Menurut Sayed, pernyataan Ketua DPRK Aceh Tamiang terkesan ngada – ngada tidak sesuai fakta yang menyatakan kunjungan kerja ke Banda Aceh terkait dilaksanakan kegiatan itu, berlangsung pada bulan Februari 2020.

“Data fakta kami himpun kegiatan mereka tersebut berlangsung dari tanggal 15  – 19 Maret 2020 bukan bulan Februari 2020,” sebutnya merasa aneh dengan pernyataan Ketua DPRK Aceh Tamiang.

Untuk memastikan Klarifikasi Ketua DPRK Aceh Tamiang Suprianto di media online terkait Surat Tugas Tim Pakar Ketua DPRK Aceh Tamiang, sudah dilakukan koordinasi dengan pihak Komisi II serta pernyataan terkait pelaksanaan kegiatan yang dilakukan pada bulan Februari 2020, wartawan menghubungi melalui pesan WhatsApp nya hanya menjawab, “Kami akan cek kembali yg dipertanyakan,” ucapnya singkat.(acin)

Share :

Baca Juga

Aceh

Pendamping Desa : LPJ ADD Kuala Parek TA 2020 Tak Sesuai Realisasi Di Lapangan

Aceh

Sidak Komisi II, 30 Ton Beras Tanggap Darurat Aceh Tamiang Diduga Raib!

Aceh

Larang dan Ancam Sekolah Jika Buka PPDB Lebih Awal, Kadisdik Langsa Dinilai Arogan

Aceh

DPRK Aceh Tamiang Tetapkan Empat Raqan Menjadi Qanun Aceh Tamiang 2022

Aceh

Breaking News : Angin Kencang Robohkan Sejumlah Tiang Listrik Di Langsa

Aceh

Pemko Langsa Tetapkan UMK Rp 3,4 Juta Per Bulan

Aceh

ALASKA Demonstrasi di Polres dan KAJARI Langsa

Aceh

LSM Gadjah Puteh Gelar Diskusi Publik “Langsa Perspektif”