Home / Aceh

Rabu, 9 September 2020 - 15:45 WIB

Geuchik Jangan Panik Jika Benar Tak Usulkan Perangkatnya Terima BST

AtjehUpdate.com,- Langsa, Adanya pernyataan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Langsa melalui salah seorang Kabidnya yang telah mengimbau Gechik di wilayah setempat agar tidak mengusulkan perangkatnya untuk menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos RI.

Direktur LSM Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah Al Mahdaly kepada AtjehUpdate.com, Selasa (08/09/2020) malam mengatakan, “harusnya para Gechik jangan panik menyikapi pernyataan tersebut, jija tak usulkan ya tanang saja,”

Dijelaskan Sayed, dirinya heran setelah memantau adanya komentar miring di medsos oleh salah seorang yang diduga Gechik di Kota Langsa terkait pemberitaan yang di posting di salah satu grup FB.

“Kepanikan itu menjadi tanda tanya. Ada apa ini, apakah benar memang para Gechik mengusulkan perangkatnya untuk memperoleh bantuan tersebut melalui operator SIK-NG di masing-masing gampong?” ujarnya heran.

Lebih anehnya lagi, ada sejumlah Gechik di forum grup WA malah mencoba memprovokasi Gechik se Kota Langsa untuk melaporkan ke Wali Kota Langsa atas pernyataan Kabid itu.

Baca Juga :  Sangat Merugikan Buruh, SPSI Aceh Akan Ajukan Uji Materi UU Cipta Kerja ke MK

“Jika benar dan tak usulkan perangkat nya maka jangan panik. Kan aneh, kok macam kebakaran jenggot, jangan sok suci la. Kita paham la birokrasi itu, mana birokrasi yang tak menyelipkan kebijakan dan sedikit mengangkangi aturan,” tandas Sayed.

Sejauh ini, dirinya mengaku sudah menerima sejumlah laporan serta bukti dari masyarakat akan hal tersebut. Namun, ia belum mau berkomentar, tapi kenapa ada yang panik. Apakah yang disampaikan oleh Kabid di Dinsos Kota Langsa itu menyalahi tupoksinya. Atau mungkin ada indikasi dugaan keculasan yang benar terjadi.

Padahal, setelah melakukan kroscek memang benar menurut situs yang tersedia ada perangkat yang menerima dana BST tersebut.

Contohnya bila dilihat di situs https://cekbansos.siks.kemsos.go.id/, bantuan yang diterima oleh salah seorang perangkat desa tersebut berasal dari usulan Pemerintah Daerah (Pemda). Artinya Pemda melalui dinas terkait yang mengusulkan, atas dasar apa pak pemda mengusulkan kalau bukan dari Gechik?

Baca Juga :  Tidak Patuhi Protokol Kesehatan, SAPMA PP Minta Pemko Langsa Usir Pekerja PT Adhi Karya

Sementara untuk keterangan yang menyebutkan Id ditemukan dan nama sesuai, berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) periode Januari 2020 dan Update data terakhir DTKS 2015, tidak ada menyebutkan usulan Pemda. Jadi inilah data yang seperti disebutkan bahwa ada orang yang sudah meninggal timbul kembali, karena mengacu pada DTKS yaitu data awal Kemensos RI,” terangnya.

Harusnya pernyataan Kabid tersebut di dukung. Apalagi untuk kebenaran, bila perlu Pemko malah mensupport dana agar petugas di Dinsos bisa bekerja maksimal di lapangan untuk memeriksa temuan yang diketahui atau dilaporkan masyarakat. Bukan malah di hujat, apalagi panik dengan pernyataan tersebut,” imbuhnya.(red)

Share :

Baca Juga

Aceh

Harapan CPNS K2 Aceh Tamiang Tutup Buku

Aceh

Komisi III : Dishub Atam Jangan Terlalu Cepat Keberatan Akan Kenaikan PAD Parkir

Aceh

Terapkan Striker BBM Subsidi, Plt Gubernur Aceh Digugat 1 Triliun

Aceh

Tak Kunjung Usai, Warga Desa Perkebunan Sungai Iyu Serahkan Kasus Rapala ke Gadjah Puteh

Aceh

Kegiatan PSR Koperasi Pemuda Panca Karya Diprotes Warga, Pelaksana Tak Peduli

Aceh

LSM KANA Apresiasi Kinerja Kejati Aceh Terkait Penanganan Kasus Korupsi

Aceh

ALASKA Demonstrasi di Polres dan KAJARI Langsa

Aceh

Cacat Hukum! Perpanjangan HGU Rapala Tanpa Rekomendasi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang