Home / Aceh

Jumat, 30 Oktober 2020 - 09:12 WIB

Ustad Ditikam Saat Ceramah Maulid Nabi, Pelaku Pecatan Polisi

AtjehUpdate.com,- Aceh Tenggara | Polisi Resort Aceh Tenggara berhasil menangkap tersangka penikam ustadz yang sedang berceramah di Aceh Tenggara. Dia adalah MA (38) warga Desa Lawe Sagu Hulu, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara.

MA yang kabarbya pecatan polisi itu ditangkap tak lama setelah dia menyerang Dedi Aspianto atau yang dikenal dengan Ustaz M Zaid (37), Kamis malam di sebuah masjid di Desa Kandang Mbelang Mandiri, Kecamatan Lawe Bulan.

Baca Juga :  Geuchik Jangan Panik Jika Benar Tak Usulkan Perangkatnya Terima BST

Kapolres Aceh Tenggara melalui Kapolsek Lawe Bulan Iptu Nurshodik mengatakan, pelaku melancarkan aksinya sekira pukul 21.30 WIB, di saat korban sedang menyampaikan ceramahnya.

MA tiba-tiba masuk dari jendela samping dan langsung memegang kepala korban dan mengeluarkan sebilah pisau.

“Kemudian pelaku hendak menikam korban, namum hanya mengenai leher serta menyayat jari kelingking sebelah kiri tangan korban, dan jemaah yang hadir langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit” jelas Nurshodik.

Baca Juga :  Jum'at Curhat, Kapolsek Sungai Raya Tampung Keluhan Warga

Sedangkan pelaku angsung melarikan diri ke arah pondok miliknya yang tak jauh dari masjid tersebut.

“Tak berselang lama hanya, sekitar 20 menit, pelaku berhasil ditangkap tim Satreskrim Polres Aceh Tenggara,” ungkap Nurshodik.

Saat ini pelaku sudah berada di Mapolres Aceh Tenggara dan sedang diperiksa.

Share :

Baca Juga

Aceh

Anggota DPRA Minta Pemerintah Aceh Segera Cabut Edaran Stiker BBM

Aceh

Suara Petasan Di Arena Jamda Hutan Kota Langsa Resahkan Warga

Aceh

Harapan CPNS K2 Aceh Tamiang Tutup Buku

Aceh

Sejak Digelar, Operasi Yustisi Covid 19 Di Aceh Timur Tindak 865 Orang Pelanggar

Aceh

Temuan BPK, Participating Interest WK Block A K3S PT. Medco Belum Diserahkan ke BUMD

Aceh

IDzRA Aceh Peringati Milad Ke- 2

Aceh

8 Imigran Rohingya Kabur dari Kamp Penampungan di Lhokseumawe

Aceh

Meski Sopir Truk Dilepaskan, Bea Cukai Aceh Bantah Ada Permainan ‘Orang Dalam’