Home / Aceh

Sabtu, 14 November 2020 - 01:58 WIB

113 Ton CPO dan 113 Ton Inti Milik PTPN I Tanjung Seumantoh Diduga Raib

AtjehUpdate.com,- LANGSA | Temuan SPI (Satuan Pengawas Internal) PT.Perkebunan Nusantara I terkait selisih stock opname lebih kurang 113 Ton CPO dan INTI 113 Ton sekira bulan Maret 2019 diduga raib . Karena berdasarkan Berita Acara SPI No.148 No. 183 dan LM 62 sampai saat ini belum dipertanggungjawabkan .

Padahal kasus yang diduga terhadap raibnya CPO tersebut sudah pernah dibicarakan dalam rapat Direksi Dewan Kehormatan dan Perwakilan SPBUN pada hari Senin tanggal 14 Oktober 2019.

Demikian pernyataan ini disampaikan oleh Muslim A Gani, SH, praktisi hukum, atas hasil temuan tim nya kepada media ini, Sabtu (14/11/2020).

“Berdasarkan data yang kami peroleh, dalam suratnya Direktur Operasional, Desmanto, menugaskan Manager PKS Tanjung Seumantoh yang tertanggal 07 Nopember 2019 tentang koreksi stock pada buku persediaan CPO dan TBS sampai saat ini belum ada pertanggungjawaban,” .

Baca Juga :  PTPN I Diminta Kembalikan Seluruh Premi Karyawan Harian Lepas

Anehnya, kasus itu luput dari pemeriksaan BPK yang melakukan audit pada bulan Juni 2009, menurutnya SPI sengaja tidak mengangkat persoalan tersebut, dan belum diketahui apa sebabnya .

Padahal Direktur Operasional itu sebelumnya telah menyarankan terhadap raibnya 113 Ton CPO tersebut untuk disesuaikan pada awal Oktober sampai dengan tanggal dan bulan berjalan dengan stock awal penutupan buku yang telah dikirim ke kantor pusat, akan tetapi faktanya sampai saat ini nihil.

Dikatakan Muslim lagi, bahwa menurut data yang yang diperoleh pihaknya, sekira bulan Januari sampai Maret 2019 PT.Perkebunan Nusantara I Kebun Seumantoh juga mengalami selisih stock opname, ada lebih kurang ratusan ton CPO diperkirakan raib, namun hal tersebut telah diselesaikan dengan mengambil kebijakan dari direksi,yang dibebankan kepada karyawannya.

Baca Juga :  Rokok Ilegal Beredar Bebas Di Aceh

“Kami menyarankan agar managemen PT.Perkebunan Nusantara I ini untuk segera melakukan revolusi akhlak, manipulasi data pekerja sampai dengan perolehan premi fiktif itu seperti hal yang biasa, dan praktek ini juga sampai ke PT.Perkebunan Nusantara I Cot Girek. Kalau model – model begitu kapan mau laba perusahaan,”.

Maka olehkarenanya, revolusi akhlak di tubuh PT.Perkebunan Nusantara I harus segera dilakukan oleh Holding PT.Perkebunan Nusantara III (Persero), ujar pengacara ini. (red)

Share :

Baca Juga

Aceh

Terapkan Striker BBM Subsidi, Plt Gubernur Aceh Digugat 1 Triliun

Aceh

76 Orang Tak Pakai Masker Terjaring Operasi Tim “Peucrok”

Aceh

Sudah 25 KM Menggali, Diduga Pekerja Jargas Hanya Dapat Cashbon

Aceh

Koalisi Masyarakat Sipil Aceh Timur Laporkan Bimtek LEMPANA Ke Ombudsman RI Perwakilan Aceh  

Aceh

Tercium Aroma Tak Sedap, Rapat Penetapan TPS oleh P2G PB Seulemak Diprotes Calon Geuchik

Aceh

Masyarakat Aceh Kutuk Yaqut, Elemen Sipil : Dia Lebih Parah Dari Ahok

Aceh

DPRK Aceh Tamiang Miliki AKD Baru, Berikut Susunannya

Aceh

Beredar Kabar Ir Mahyuddin Akan Dilantik Sebagai Pj Bupati Aceh Timur