Home / Nasional

Selasa, 24 November 2020 - 23:04 WIB

Gegara Nikahkan Putri Habib Rizieq, Kepala KUA Tanah Abang Dicopot

DPR: Mau Jadi Pahlawan Kesiangan?

AtjehUpdate.com,- JAKARTA | Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf angkat bicara terkait pencopotan Kepala KUA Tanah Abang oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Pencopotan tersebut, diduga karena prosesi pernikahan yang mengabaikan ketentuan terkait protokol kesehatan saat menjalankan tugas pencatatan pernikahan putri Rizieq Shihab di Petamburan, Sabtu (14/11) lalu, seperti dilansir POJOKSATU.id.

Menurut Bukhori, sikap Kementerian Agama menunjukan inkonsistensi dan terkesan politis.

Demikian disampaikan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada PojokSatu.id, di Jakarta, Selasa (24/11/2020).

“Apakah Kemenag seolah-olah ingin menjadi pahlawan kesiangan dengan memanfaatkan situasi panas yang terjadi akhir-akhir ini?,” ujarnya.

Bukhori menilai, bahwa pemerintah tebang pilih dalam menegak hukaman kepada masyarakat.

Sebab, sebelum polemik serangkaian acara yang digelar HRS mencuat, terlibih dahulu mantan Kapolsek Kembangan pada bulan Maret tahun 2020.

Baca Juga :  Motor dengan Mesin Bertenaga 250cc Ke Atas Akan Dilarang Gunakan Pertalite

Kemudian, acara resepsi pernikahan yang diselenggarakan oleh Kepala Kantor Kemenag Jombang pada bulan Oktober.

“Tapi, saya tidak menemukan penindakan serupa oleh Kemenag terhadap sejumlah Kepala KUA yang juga terlibat dalam sejumlah acara pernikahan yang turut mengundang kerumunan di masa pandemi sebelum acara HRS ini,” ungkapnya.

Anggota komisi VIII DPR RI Fraksi PKS, Bukhori Yusuf. Foto Humas DPR RI
Meskipun demikian, belum terdengar kabar dari Kemenag apakah Kepala KUA setempat turut dicopot akibat pelanggaran prokes tersebut.

Anak buah Ahmad Syaikhu ini juga meminta supaya Kemenag bisa bersikap secara proporsional.

Di sisi lain, Bukhori juga menganggap terjadinya kerumunan pada acara pernikahan putri HRS merupakan kondisi force majeure.

Baca Juga :  Pansus DPRK Aceh Tamiang Minta Bupati Copot Kepala BPKD dan Bappeda

Sehingga bila terjadi pelanggaran prokes, maka tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada Kepala KUA.

“Kemenag harus menjelaskan kepada publik seperti apa bentuk pelanggaran prokes yang dilakukan oleh Kepala KUA tersebut sehingga membuatnya dicopot,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kemenag mencopot Kepala KUA Tanah Abang, Sukana, karena dianggap mengabaikan ketentuan protokol kesehatan saat menikahkan putri HRS, Najwa Shihab dengan Muhamad Irfan.

“Sukana dimutasi sebagai penghulu di Kemenag Jakarta Pusat,” kata Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin dalam keterangannya, Senin (23/11).

Keputusan itu diambil setelah tim yang dibentuk Itjen Kemenag melakukan proses investigasi terkait kasus dimaksud.

Dalam tugasnya, jajaran Kemenag wajib memprioritaskan protokol kesehatan untuk menghindari penularan Covid-19.(*)

Share :

Baca Juga

Nasional

Tak Akan Minta Maaf, Arteria Dahlan : Jangan Ada Sunda Empire di Kejaksaan Agung

Nasional

Fraksi Demokrat Ajak Publik Soroti Bukti dan Saksi KLB Ilegal di Pengadilan TUN

Nasional

Fachrul Razi Pimpin Ketua Komite I DPD RI

Nasional

Demokrat Dinobatkan Sebagai Parpol Paling Informatif

Nasional

PPWI Magetan Gelar Syukuran HUT PPWI dan Media Pewarta serta Peluncuran PT. SIG

Nasional

13 Tahun PPWI, Wilson Lalengke : Jurnalistik Merupakan Tugas dan Tanggungjawab Seluruh Warga

Nasional

Timbun Masker dan Jual Dengan Harga Selangit, Kini Mereka Stres dan Bangkrut

Nasional

Ahon, Pria Sipil yang Pakai Mobil Dinas TNI