Home Politik DKPP RI Pecat Anggota KIP Aceh Timur

DKPP RI Pecat Anggota KIP Aceh Timur

AtjehUpdate.com,- Jakarta | Anggota KIP Aceh Timur atas nama Zainal Abidin dinyatakan terbukti bersalah melanggar Kode Etik Penyelenggara Pemilu bersama sejumlah anggota KIP Aceh Timur lainnya yaitu Nurmi Ali, Eni Yuliana, Sofyan dan Faisal.

Dalam sidang pembacaan putusan yang berlangsung secara virtual/live streaming di Facebook milik DKPP RI pada pukul 9:30 Wib tanggal 13 Januari 2020 itu, Zainal Abidin diberhentikan tetap atau dipecat sebagai komisioner KIP Aceh Timur, sedangkan lainnya diberikan sanksi Peringatan biasa.

Pembacaan putusan dengan perkara nomor 138-PKE-DKPP/XI/2020 dipimpin dan dibacakan oleh Ketua Majelis Prof Muhammad sedikit mengejutkan publik di Aceh Timur karena Teradu atas nama Sofyan yang juga rekan Zainal Abidin sebelumnya pada perkara nomor 77-PKE-DKPP/VII/2020 mendapatkan sanksi peringatan keras dari DKPP RI bersama dengan Zainal Abidin tapi pada putusan perkara yang diadukan oleh Sulaiman tersebut, teradu Sofyan justru tidak dipecat oleh DKPP RI.

Pada pembacaan pertimbangan Majelis Hakim DKPP RI yang dibacakan oleh salah satu anggota Majelis Hakim DKPP Ida Budhiati dinyatakan bahwa seluruh anggota KIP Aceh Timur itu terbukti melanggar Kode Etik Penyelenggara Pemilu yaitu pasal 9 dan 10 serta pasal lainnya Peraturan DKPP RI Nomor 2 Tahun 2017 tentang Pedoman Perilaku Dan Kode Etik Penyelenggara Pemilu.

Sementara itu, kuasa hukum pengadu, Auzir Fahlevi, SH, menilai adanya sebuah kekeliruan dan kealpaan Majelis Hakim terhadap status hukum teradu IV atas nama Sofyan dalam perkara sebelumnya, yaitu perkara nomor 77-PKE-DKPP/VII/2020.

“Putusan perkara nomor 77-PKE-DKPP/VII/2020,Zainal Abidin dan Sofyan itu sama-sama dijatuhi sanksi peringatan keras oleh DKPP RI tapi dalam putusan terbaru nomor 138-PKE-DKPP/XI/2020 hanya Zainal Abidin yang diberhentikan tetap alias dipecat, sedangkan Sofyan hanya diberikan sanksi peringatan biasa.

“Selaku kuasa hukum pengadu, tentu kami patut mempertanyakan apakah ada human error atau kealpaan dari Majelis Hakim DKPP RI,” jelas Auzir Fahlevi. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Dugaan Maling Volume Pekerjaan Jalan Nodai WTP ke 8 Walikota Langsa

AtjehUpdate.com,- LANGSA | Presidium Aliansi Aktivis Merdeka (Alaska), Abdi Maulana, memberi apresiasi kepada Walikota Langsa dalam prestasinya meraih penghargaan WTP ke 8 berturut-turut dari...

Fraksi Demokrat Ajak Publik Soroti Bukti dan Saksi KLB Ilegal di Pengadilan TUN

AtjehUpdate.com,- JAKARTA | Sidang gugatan Moeldoko ke Menkumham RI atas ditolaknya pengesahan KLB Deli Serdang, memasuki Tahap Pembuktian. Sidang perkara No. 150/G/2021/PTUN-JKT yang diketuai...

Bupati Aceh Timur Dampingi Kapolres Ziarahi Makam Sayed Abu Bakar di Idi Rayeuk

AtjehUpdate.com,- Aceh Timur | Bupati Aceh Timur, H. Hasballah Bin HM Thaib SH, mendampingi Kapolres Aceh Timur, AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, S.I.K, melakukan...

Makin Mesra Dengan Eksekutif, Fungsi Kontrol Dewan Aceh Tamiang Tergadaikan

Oleh : Yandri AtjehUpdate.com,- | Seperti kehilangan arah dan makin tak jelas fungsi sebagai wakilnya rakyat, dewan perwakilan rakyat Aceh Tamiang justru terlihat makin mesra...

Recent Comments