Home Aceh Proyek Irigasi Di Langsa Asal Jadi

Proyek Irigasi Di Langsa Asal Jadi

AtjehUpdate.com,- Langsa | Proyek pembangunan jaringan irigasi yang baru dikerjakan Tahun 2020 lalu di Gampong Buket Meutuah bernomor kontrak 07/SP/DAK/PG-PUPR//XIII/2020 terkesan asal jadi.

Informasi yang dihimpun, proyek itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan pagu Rp 3.264.883.372.30 yang dikerjakan PT Desa Maju Indonesia dan diawasi oleh konsultan CV Benua Engineering.

Terlihat di beberapa titik terdapat keretakan pada dinding, bahkan dinding saluran terlihat tidak menyatu dengan lantai dasar. Hal itu diduga akibat pihak pelaksana bekerja tidak sesuai spesifikasi teknik sehingga mutu beton berkurang.

Salah seorang petani Gampong Buket Meutuah,saat ditemui di lokasi, Rabu (13/01/2021) mengatakan bahwa kemungkinan proyek tersebut tidak bertahan lama.

“Proyek Irigasi di Gampong Buket Meutuah dan Matang Cengai, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa yang baru satu bulan selesai dikerjakan tersebut kemungkinan tidak bertahan lama,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan jaringan irigasi itu dikerjakan asal jadi dan kurang memperhatikan mutu beton.

“Ya mungkin kwalitas mutu beton dinding saluran itu tidak sesuai dengan spek yang ada, sehingga hasilnya begini pak,” ungkapnya.

Terpisah, Geuchik Buket Meutuah, Yasir, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler membenarkan adanya keretakan dibeberapa titik pembangunan proyek tersebut.

“Memang ada keretakan pada dinding saluran dibeberapa titik. Kontraktor sebelum melaksanakan pekerjaan tersebut memang ada melapor ke saya, tetapi waktu selesai pengerjaannya mereka tidak memberi tahu saya,” kata Yasir.

“Pihak pelaksana sudah melakukan perbaikan, namun keretakan yang ditambal tersebut masih jelas terlihat,” terangnya.

Sementara itu, Rahmad Fauzi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Langsa saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler tidak menjawab, pesan singkat (WhatsApp) juga tidak dibalas.

Zubir, Pemilik PT Desa Maju Indonesia yang merupakan pelaksana proyek tersebut saat dikonfirmasi melalui telepon seluler juga tidak menjawab, bahkan pesan WhatsApp hanya dibaca dan tanpa jawaban. (Frenk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Dugaan Maling Volume Pekerjaan Jalan Nodai WTP ke 8 Walikota Langsa

AtjehUpdate.com,- LANGSA | Presidium Aliansi Aktivis Merdeka (Alaska), Abdi Maulana, memberi apresiasi kepada Walikota Langsa dalam prestasinya meraih penghargaan WTP ke 8 berturut-turut dari...

Fraksi Demokrat Ajak Publik Soroti Bukti dan Saksi KLB Ilegal di Pengadilan TUN

AtjehUpdate.com,- JAKARTA | Sidang gugatan Moeldoko ke Menkumham RI atas ditolaknya pengesahan KLB Deli Serdang, memasuki Tahap Pembuktian. Sidang perkara No. 150/G/2021/PTUN-JKT yang diketuai...

Bupati Aceh Timur Dampingi Kapolres Ziarahi Makam Sayed Abu Bakar di Idi Rayeuk

AtjehUpdate.com,- Aceh Timur | Bupati Aceh Timur, H. Hasballah Bin HM Thaib SH, mendampingi Kapolres Aceh Timur, AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, S.I.K, melakukan...

Makin Mesra Dengan Eksekutif, Fungsi Kontrol Dewan Aceh Tamiang Tergadaikan

Oleh : Yandri AtjehUpdate.com,- | Seperti kehilangan arah dan makin tak jelas fungsi sebagai wakilnya rakyat, dewan perwakilan rakyat Aceh Tamiang justru terlihat makin mesra...

Recent Comments