Home / Aceh

Kamis, 14 Januari 2021 - 20:44 WIB

Proyek Irigasi Di Langsa Asal Jadi

AtjehUpdate.com,- Langsa | Proyek pembangunan jaringan irigasi yang baru dikerjakan Tahun 2020 lalu di Gampong Buket Meutuah bernomor kontrak 07/SP/DAK/PG-PUPR//XIII/2020 terkesan asal jadi.

Informasi yang dihimpun, proyek itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan pagu Rp 3.264.883.372.30 yang dikerjakan PT Desa Maju Indonesia dan diawasi oleh konsultan CV Benua Engineering.

Terlihat di beberapa titik terdapat keretakan pada dinding, bahkan dinding saluran terlihat tidak menyatu dengan lantai dasar. Hal itu diduga akibat pihak pelaksana bekerja tidak sesuai spesifikasi teknik sehingga mutu beton berkurang.

Salah seorang petani Gampong Buket Meutuah,saat ditemui di lokasi, Rabu (13/01/2021) mengatakan bahwa kemungkinan proyek tersebut tidak bertahan lama.

Baca Juga :  Susunan Keanggotaan Baru Panleg, Panggar dan BKD DPRK Aceh Tamiang

“Proyek Irigasi di Gampong Buket Meutuah dan Matang Cengai, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa yang baru satu bulan selesai dikerjakan tersebut kemungkinan tidak bertahan lama,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan jaringan irigasi itu dikerjakan asal jadi dan kurang memperhatikan mutu beton.

“Ya mungkin kwalitas mutu beton dinding saluran itu tidak sesuai dengan spek yang ada, sehingga hasilnya begini pak,” ungkapnya.

Terpisah, Geuchik Buket Meutuah, Yasir, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler membenarkan adanya keretakan dibeberapa titik pembangunan proyek tersebut.

“Memang ada keretakan pada dinding saluran dibeberapa titik. Kontraktor sebelum melaksanakan pekerjaan tersebut memang ada melapor ke saya, tetapi waktu selesai pengerjaannya mereka tidak memberi tahu saya,” kata Yasir.

Baca Juga :  Dugaan Maling Volume Pekerjaan Jalan Nodai WTP ke 8 Walikota Langsa

“Pihak pelaksana sudah melakukan perbaikan, namun keretakan yang ditambal tersebut masih jelas terlihat,” terangnya.

Sementara itu, Rahmad Fauzi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Langsa saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler tidak menjawab, pesan singkat (WhatsApp) juga tidak dibalas.

Zubir, Pemilik PT Desa Maju Indonesia yang merupakan pelaksana proyek tersebut saat dikonfirmasi melalui telepon seluler juga tidak menjawab, bahkan pesan WhatsApp hanya dibaca dan tanpa jawaban. (Frenk)

Share :

Baca Juga

Aceh

Tabungan Mesjid Baitunnasihin Lhok Banie Dibobol Maling

Aceh

Cabuli Santrinya, Seorang Ustaz di Langsa Dipolisikan : Itu Fitnah!

Aceh

Wacana Pemindahan Rohingya Ke Aceh Tamiang, Ketua PEMATANG : Daerah Kami Bukan Tempat Penampungan

Aceh

Kini Menjadi Klinik Spesialis Langsa, Izin UKL-UPL Klinik Spesialis Mata Langsa Dipertanyakan

Aceh

Muslim, SHI, MM : Bantuan Alsintan Jangan Dianggap Milik Ketua Kelompok

Aceh

Paska Liburan, Ribuan Santri MUQ Langsa Kembali Masuk Asrama

Aceh

Sejumlah Kajari di Aceh Dimutasi

Aceh

Gadjah Puteh: Putusan Hakim Harus Netral, Jangan Berat Sebelah