Home / Hukum

Rabu, 9 Juni 2021 - 10:35 WIB

Rokok Ilegal Beredar Bebas Di Aceh

AtjehUpdate.com,- Kuala Simpang | LSM Gadjah Puteh menelusuri peredaran rokok illegal asal luar negeri yang diselundupkan melalui perairan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang. Untuk membuktikan itu pihaknya segera berpura-pura sebagai pembeli rokok di salah satu kios di Aceh Tamiang.

“Kalau orang tidak kenal tidak dikasih beli. Untuk mendapatkan rokok luar ini saya pakai bantuan orang yang sudah sering beli,” kata Direktur Eksekutif LSM Gadjah Puteh, Said Zahirsyah di Karang Baru, Senin (7/6/2021).

Dia membeberkan, rokok asal negeri jiran tersebut bermerek Luffman dan Luckyman. Diketahui produk ini tanpa dilengkapi pita cukai atau bandrol dari kepabeanan RI. Rokok filter ini pun telah beredar luas dikalangan masyarakat Aceh khususnya di wilayah ujung timur Aceh tersebut.

“Ada dua jenis rokok-nya merah dan putih isi 20 batang, harganya Rp 10 ribu/bungkus. Rokok ini semakin diminati konsumen karena harganya terjangkau,” beber Said.

LSM Gadjah Puteh mendapat informasi dari masyarakat menyebutkan, penyelundupan ratusan dus rokok asal Thailad ke Aceh melalui jalur laut. Mereka beli dari Thailand sangat murah hanya Rp 3000/bungkus. Rokok diangkut menggunakan kapal boat tongkang berkapasitas di atas 35 gross ton (GT). begitu sampai darat langsung didistribusikan menggunakan mobil pikap. Bila sekali main berhasil pelaku bisa mendapat untung hingga ratusan juta. Sementara negara telah dirugikan miliaran rupiah dari aksi penyelundupan tersebut.

Baca Juga :  Aparat Hukum Diminta Usut Kematian Anak Bawah Umur Di Danau "Angker" RTH Langsa

“Produk rokok polos tersebut tanpa dilengkapai hologram pita cukai, sehingga negara kita dirugikan sangat besar dari biaya pajak,” tegasnya.

Said Zahirsyah menyatakan akan menggandeng petugas KPP Bea Cukai Kuala Langsa untuk membongkar aktivitas penyelundupan di laut Aceh Tamiang tersebut.

“Informasinya dalam satu bulan pasti masuk barang selundupan 1-2 kali. Akhir-akhir ini yang marak diselundupkan adalah rokok Luffman. Meski sudah pernah ditangkap oleh Bea Cukai Langsa pada bulan April lalu, tapi para pelaku tidak jera,” pungkas Said Zahirsyah.

Kepala Seksi (Kasi) Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea dan Cukai Kuala Langsa, Iwan Kurnian dikonfirmasi wartawan Senin malam mengatakan, selama ini pihaknya sudah melakukan tindakan tegas terhadap pelaku penyeludupan termasuk penyelundup rokok ilegal.

Baca Juga :  Hampir Senilai 6,6 Milyar Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Langsa

Beberapa bulan lalu, ujar Iwan, sebanyak 330 kardus rokok illegal dari berbagai merek berhasil dimankan oleh petugas BC Langsa, dan saat ini kasusnya sudah P21.

“Jadi kalau dibilang kita tidak menangkap itu salah. Bila ada informasi anggota Bea dan Cukai Langsa ‘bermain’ harap segera menginformasikan kepada kami dengan menunjukkan bukti-buktinya,” tegasnya.

Informasi beredar, rokok Luffman diduga diselundupkan dari jalur tikus di wilayah pesisir Kabupaten Aceh Tamiang. Secara letak geografis, garis pantai kabupaten ujung timur Aceh ini memang berbatasan dengan laut Selat Malaka. Sehingga sangat rawan barang-barang dari luar negeri masuk ke Aceh Tamiang melalui jalur laut.

Dari catatan Gadjah Puteh, sejumlah aksi penyelundupan juga pernah terjadi di pesisir Kecamatan Seruway dan Bendahara, Aceh Tamiang. Dermaga tidak resmi sering dijadikan tempat bongkar muat barang-barang ilegal seperti, rokok, ayam siam bangkok, bunga anggrek, bawang merah bahkan narkoba jenis sabu-sabu juga pernah diamankan oleh aparat berwenang. (Frenk)

Share :

Baca Juga

Hukum

Kasus Dugaan KKN PDAM Tirta Tamiang Dilaporkan Ke KPK Dan Kejaksaan Agung

Hukum

Sambangi Penyidik Polres Langsa, Kuasa Hukum Korban Pembunuhan Tak Dapatkan Jawaban Memuaskan

Hukum

Legislatif dan Eksekutif Sepakati 11 Rancangan Qanun Aceh Tamiang Tahun 2022

Hukum

Dinas LHK Aceh Gelar Perkara Penguasaan Tambak Dalam Kawasan Hutan Negara

Hukum

Sidang Lanjutan Dugaan Pencemaran Nama Walikota Langsa, Cut Lem : Jangan Tawarkan Saya Uang “Lendir”

Hukum

Diduga Rekayasa Kasus, JPU Budi Atmoko Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan

Hukum

Sidang Dugaan Pencemaran Walikota Langsa, Cut Lem : Aina Sakit Hati, Sudah Digituin Tapi…

Hukum

Pengaspalan Jalan Kuala Langsa Tanpa NPHD dan Tak Pernah Dibahas di Komisi IV DPRK Langsa