Home / Nasional

Jumat, 1 Oktober 2021 - 23:55 WIB

Terungkap Alasan Soeharto Tak Dibunuh Seperti Jenderal Lainnya Saat Peristiwa G30S PKI

AtjehUpdate.com,- | Tragedi kelam dalam sejarah bangsa Indonesia adalah pembantaian para perwira TNI AD pada 1965. Diketahui peristiwa tersebut dinamakan G30S PKI dimana saat kejadiannya, 6 orang Jenderal dan 1 Perwira TNI dibunuh.

Namun kemudian banyak muncul pertanyaan kenapa Soeharto tak diculik.

Ternyata ini alasan kenapa Soeharto tak diculik seperti 6 Jenderal lainnya.

Peristiwa G30S/PKI menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi masyarakat Indonesia. Gerakan 30 September 1965 atau yang dikenal dengan peristiwa sejarah G30S/PKI terjadi pada 56 tahun yang lalu.

Meski begitu, sejarah terkait G30S/PKI masih ramai dibahas hingga sekarang. Bahkkan masih banyak misteri yang belum terungkap. Salah satunya latar belakang dan dalang sebenarnya di balik peristiwa tersebut.

Ada yang meyakini bahwa Presiden ke-2 RI, Soeharto, punya peran dalam insiden 56 tahun lalu itu. Bahkan dia diyakini sebagai orang yang berada di balik peristiwa G30S dan pembantaian ratusan ribu orang yang menyusulnya.

Sebab, meskipun Soeharto salah satu jenderal TNI saat itu, namun dia tidak diculik dan dibunuh oleh PKI seperti jenderal-jenderal lainnya.

Baca Juga :  Timbun Masker dan Jual Dengan Harga Selangit, Kini Mereka Stres dan Bangkrut

Lalu, mengapa Soeharto tidak diculik dan dibunuh PKI? berikut ulasannya.

Pengakuan saksi G30S PKI 1965. Kolonel Latief dan Letkol Untung bertemu Soeharto sebelum culik Dewan Jenderal. (Via Kompas.com/Koleksi pribadi Nani Nurrachman Sutojo)

PKI berusaha mendiskreditkan Suharto dengan situasi dimana kediaman para perwira TNI AD yang menjadi korban G30S/PKI berdekatan dengan kediaman Suharto.

Mereka juga menjadikan posisi Pangkostrad yang memiliki kekuatan pasukan tapi mengapa tidak menjadi target operasi penculikan dan pembantaian.

Diketahui, semua perwira TNI AD yang menjadi korban kebrutalan PKI adalah mereka yang menolak proposal yang diajukan PKI mengenai Angkatan ke V.

Memang benar bila tempat tinggal mereka saling berdekatan yaitu didaerah Menteng. Tapi harus diingat bahwa mereka yang menjadi korban adalah para petinggi di Markas Besar AD.

Jenderal AH Nasution merupakan Menko Pangab namun jabatannya hanya jabatan struktural.

Jenderal Ahmad Yani merupakan Menpangad/KASAD yang merupakan pucuk pimpinan tertinggi di TNI AD. Sutoyo, S Parman, Suprapto, DI Panjaitan, MT HARYONO merupakan deputi ataupun Asisten Menpangad yang berkedudukan di Markas Besar TNI AD.

Baca Juga :  Temui Perwakilan Buruh, Bamsoet Harap RUU Cipta Kerja Dapat Menjadi Solusi Antara Buruh dan Pengusaha

Ke 7 perwira TNI AD yang menjadi target penindakan Letkol Untung adalah petinggi TNI AD yang membuat keputusan dan kebijakan di tubuh TNI AD.

Suharto yang ketika itu menjabat sebagai Pangkostrad bukanlah bagian dari Mabes AD yang dapat memberi keputusan dan Suharto hanyalah bagian dari mereka yang menjalankan keputusan yang diambil Mabes AD.

Posisi Soeharto sama seperti posisi Pangdam Jaya atau DanRPKAD yang merupakan perwira pasukan yang siap menjalankan kebijakan para petinggi di Mabes TNI AD.

Sebagai Pangkostrad, Suharto selalu siap menjalankan setiap perintah yang dikeluarkan Mabes AD.

Itulah yang menjadi alasan kalau Soeharto bukanlah orang penting yang pantas dijadikan target operasi.

Sikap Soeharto yang selalu loyal dan patuh kepada atasan membuat Soeharto tidak termasuk dalam target operasi penculikan.

Suharto tidak pernah mengeluarkan statement yang berseberangan dengan Panglima Tertinggi ABRI.

Suharto tidak pernah membangkang atau menolak setiap kebijakan yang diambil Panglima Tertinggi ABRI.

Mereka menganggap Suharto akan loyal dan patuh kepada pimpinan tertinggi Panglima Tertinggi ABRI.(*)

Share :

Baca Juga

Nasional

Polisi Tetapkan Ketua KPK Sebagai Tersangka

Nasional

Peringati Dua Dekade Pemilu Langsung, The Habibie Center Luncurkan Habibie Democracy Forum

Nasional

Ahon, Pria Sipil yang Pakai Mobil Dinas TNI

Nasional

Perbatasan Kendari Dijaga Ketat, TKA Asal China Tak Bisa Masuk

Nasional

Wilson Lalengke: Menjelang Natal dan Akhir Tahun, Kewaspadaan Perlu Ditingkatkan

Nasional

Pendiri Relawan Pro Jokowi Balas Sekjen PDIP: Anies Tak Pernah Korupsi!’

Nasional

Wilson Lalengke Kembali Nahkodai PPWI Nasional Periode 2022-2027

Nasional

Presiden Tanda Tangani Keppres Pemberhentian Lili Pintauli sebagai Pimpinan KPK