Home Aceh Tanah Milik Desa Kuala Parek Dijual Sepihak

Tanah Milik Desa Kuala Parek Dijual Sepihak

Camat Merasa Dikelabui

AtjehUpdate.com,- Sungai Raya | Kisruh di gampong Kuala Parek seperti tak pernah ada habisnya. Kali ini berhembus kabar di masyarakat terkait adanya penjualan tanah desa yang diduga dilakukan sepihak oleh oknum geuchik setempat tanpa melalui rapat dengan masyarakat.

Dugaan penjualan tanah desa seluas 2 hektar itu terjadi tahun 2019, yang dibeli oleh Saifullah. Menurut informasi yang diterima dari yang mengurus pembelian tersebut, Apa Noh, rencana pembelian tanah tambak hanya satu hektar atas nama pemilik awal, yaitu Dahlan Sulaiman. Namun berdampingan dengan tanah tersebut terdapat tanah tambak seluas 2 hektar lagi yang diduga kuat milik gampong Kuala Parek.

Setelah berproses dari banyak pihak, akhirnya Saifullah dapat membeli tanah tambak seluas 3 hektar dengan menggunakan satu surat yang disulap atas nama penjual, yaitu Dahlan Sulaiman.

Diduga 2 hektar tanah tersebut merupakan tanah milik desa yang berasal dari hibah untuk desa oleh saudara Dahlan Sulaiman. Karena adanya protes sebahagian warga tentang penjualan tanah yang 2 hektar tersebut, sehingga geuchik Sahrial Abdullah mengadakan rapat untuk menjelaskan kepada masyarakat terkait penjualan tersebut.

Setelah penjelasan diberikan kepada masyarakat, dan keputusannya adalah, uang penjualan akan dibagikan kepada masyarakat. Namun bedasarkan informasi, ada sebahagian masyarakat tidak pernah mendapatkan uang tersebut.

Mengetahui tanah itu sudah dijual, Dahlan Sulaiman sebagai pihak yang menghibahkan tanah seluas 2 hektar untuk desa itu mengaku sangat kecewa dan keberatan. Karena dirinya mengaku sangat iklas menghibahkan tanahnya demi kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Camat Sungai Raya, Murdani. SST.P M.Si, selaku pihak yang menandatangani Akte Jual Beli (AJB) tanah tersebut mengatakan, bahwa beliau mengeluarkan surat AJB atas dasar surat berita acara yang dibawa oleh Geuchik, Tuha peut dan saksi.

Camat mengaku tidak mengetahui asal usul tanah tersebut, dan jikapun itu tanah desa dia merasa dikelabui dan khilaf.

Namum Sahrial Abdullah yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, menyangkal dan mengaku tidak pernah menjual aset desa, “seingat saya, saya tidak pernah menjual aset desa, kapasitas selaku Geuchik, hanya sebatas mengakui hak atas kepemilikan tanah sesuai keterangan saksi-saksi” jelas Sahrial. (hasyim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Jelang Milad GAM, KMPA Aceh Timur Minta Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

AtjehUpdate.com,- Aceh Timur | Komite Mahasisawa dan Pemuda Aceh (KMPA) Aceh Timur, meminta masyarakat agar tidak terpancing dengan isu dan provokasi oleh kelompok manapun...

Tahun Depan BSI Akan Tutup Lebih dari 60 Kantor Cabang Seluruh Indonesia

AtjehUpdate.com,- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyatakan akan terus melanjutkan proses penataan kantor cabang di seluruh Indonesia. Sejumlah kantor cabang pun akan ditutup. Direktur...

USK Bongkar Paksa 8 Rumah Dinas Dosen

AtjehUpdate.com,- Banda Aceh | Delapan rumah dinas dosen Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh dibongkar paksa. Barang-barang penghuni rumah diangkut keluar dan dinding dirusak. Penertiban rumah...

Jelang Piala Soeratin 2021, PSBL Langsa Persiapkan Pemain Muda

AtjehUpdate.com,- LANGSA | PSBL Langsa yang berjuluk Elang Biru, disampimg lagi giat-giatnya melakukan persiapan tim untuk Liga 3 PSSI tahun 2021/2022, juga melakukan telling...

Recent Comments