Home / Aceh

Senin, 18 Oktober 2021 - 17:07 WIB

Tanah Milik Desa Kuala Parek Dijual Sepihak

Camat Merasa Dikelabui

AtjehUpdate.com,- Sungai Raya | Kisruh di gampong Kuala Parek seperti tak pernah ada habisnya. Kali ini berhembus kabar di masyarakat terkait adanya penjualan tanah desa yang diduga dilakukan sepihak oleh oknum geuchik setempat tanpa melalui rapat dengan masyarakat.

Dugaan penjualan tanah desa seluas 2 hektar itu terjadi tahun 2019, yang dibeli oleh Saifullah. Menurut informasi yang diterima dari yang mengurus pembelian tersebut, Apa Noh, rencana pembelian tanah tambak hanya satu hektar atas nama pemilik awal, yaitu Dahlan Sulaiman. Namun berdampingan dengan tanah tersebut terdapat tanah tambak seluas 2 hektar lagi yang diduga kuat milik gampong Kuala Parek.

Setelah berproses dari banyak pihak, akhirnya Saifullah dapat membeli tanah tambak seluas 3 hektar dengan menggunakan satu surat yang disulap atas nama penjual, yaitu Dahlan Sulaiman.

Baca Juga :  Negara Dirugikan Miliaran Rupiah, Bea Cukai Cuma Tangkap Lepas

Diduga 2 hektar tanah tersebut merupakan tanah milik desa yang berasal dari hibah untuk desa oleh saudara Dahlan Sulaiman. Karena adanya protes sebahagian warga tentang penjualan tanah yang 2 hektar tersebut, sehingga geuchik Sahrial Abdullah mengadakan rapat untuk menjelaskan kepada masyarakat terkait penjualan tersebut.

Setelah penjelasan diberikan kepada masyarakat, dan keputusannya adalah, uang penjualan akan dibagikan kepada masyarakat. Namun bedasarkan informasi, ada sebahagian masyarakat tidak pernah mendapatkan uang tersebut.

Mengetahui tanah itu sudah dijual, Dahlan Sulaiman sebagai pihak yang menghibahkan tanah seluas 2 hektar untuk desa itu mengaku sangat kecewa dan keberatan. Karena dirinya mengaku sangat iklas menghibahkan tanahnya demi kepentingan masyarakat.

Baca Juga :  Tak Terima Dicopot, Mantan Geuchik Gugat Walikota Langsa

Sementara itu, Camat Sungai Raya, Murdani. SST.P M.Si, selaku pihak yang menandatangani Akte Jual Beli (AJB) tanah tersebut mengatakan, bahwa beliau mengeluarkan surat AJB atas dasar surat berita acara yang dibawa oleh Geuchik, Tuha peut dan saksi.

Camat mengaku tidak mengetahui asal usul tanah tersebut, dan jikapun itu tanah desa dia merasa dikelabui dan khilaf.

Namum Sahrial Abdullah yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, menyangkal dan mengaku tidak pernah menjual aset desa, “seingat saya, saya tidak pernah menjual aset desa, kapasitas selaku Geuchik, hanya sebatas mengakui hak atas kepemilikan tanah sesuai keterangan saksi-saksi” jelas Sahrial. (hasyim)

Share :

Baca Juga

Aceh

Wartawan Dilarang Liput Proyek Saluran Induk

Aceh

Hampir Dua Tahun Bocah Ini Huni Ruang Isolasi “Bau Busuk” Rumah GEPENG Langsa

Aceh

DPRK Dan Pemkab Aceh Tamiang Bahas Rancangan Qanun 2022

Aceh

Gadjah Puteh: Kadis PPKP Jangan Beri Pernyataan Menyesatkan

Aceh

Diduga Akibat Depresi, IRT Di Langsa Tewas Gantung Diri

Aceh

GeMPAR Aceh : Nova Iriansyah Dapat Dimakzulkan

Aceh

IMulai Dilaksanakan, Ini Titik Lokasi Operasi Penertiban dan Sosialisasi Disiplin Covid-19 kepada Masyarakat Aceh Timur

Aceh

Akhirnya “DANA” pun Berbusana