Home Aceh Gadjah Puteh: Kadis PPKP Jangan Beri Pernyataan Menyesatkan

Gadjah Puteh: Kadis PPKP Jangan Beri Pernyataan Menyesatkan

AtjehUpdate.com,- LANGSA | LSM Gadjah Puteh menilai pernyataan Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (Kadis PPKP) Kota Langsa saat dikonfirmasi para awak media sangat menyesatkan dan tidak sesuai dengan fakta-fakta di lapangan, sehingga terkesan membohongi publik.

“Apa yang disampaikan Kepala DPPKP Kota Langsa kepada awak media beberapa waktu lalu sangat bertolak belakang dengan fakta di lapangan dan menimbulkan tanda tanya serta kecurigaan,” kata Direktur Eksekutif Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah Al Mahdaly, kepada media, Jum’at (22/10/2021).

“Faktanya, alat berat jenis excavator (beko) yang tenggelam dalam lumpur di kawasan pesisir Desa Bayeun Keude, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur merupakan aset/milik Pemerintah Kota Langsa,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, dari hasil investigasi pihaknya, alat berat jenis Excavator (Beko) merk/type Sumitomo/SH 130F-5 yang berada pada Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Langsa itu merupakan aset Pemerintah Kota (Pemko) Langsa.

“Buktinya berdasarkan Rekapitulasi Kartu Inventaris Barang (KIB) B Peralatan dan Mesin, No. Kode Lokasi, 12.01.15.11.01.01.01. alat berat tersebut merupakan hibah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya No. 4748/DPB/PL510/BA.D2/IV/2015,” jelas Waled.

“Jadi, apa yang disampaikan Kadis PPKP Kota Langsa, Banta Ahmad, SStPi, kepada awak media itu merupakan pembohong publik,” ketus waled.

Selain alat berat itu aset Pemko Langsa, sambung Waled, areal pengerukan lahan tambak tersebut termasuk kawasan Hutan Produksi (HP) mangrove yang berada di Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur.

“Mungkin apa yang disampaikan Kadis PPKP Kota Langsa itu merupakan upaya buang badan untuk lepas dari tanggung jawabnya,” tandas Waled.

Sebelumnya, Kadis PPKP Kota Langsa, Banta Ahmad, SStPi saat menjawab konfirmasi para awak media mengatakan bahwa beko tersebut sedang dipinjam pakai oleh Warga Gampong Alur Dua, Langsa, bernama Darwis untuk rehab tambak miliknya.

“Beko itu setahu saya masih milik Kementrian Kelautan dan Perikanan karena belum dihibahkan, di juknis tidak mengikat daerah,” ujar Banta.

Dikatakannya, sejak tahun 2014 beko milik Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Langsa bisa dipinjam pakai oleh warga Langsa yang membutuhkan, khususnya untuk tambak, tanpa harus menyewa. Di DPPKPKota Langsa saat ini telah memiliki dua unit beko. Beko yang terjebak tersebut adalah dari Kementerian Kelauatan dan Perikanan.

“Segala sesuatu seperti kecelakaan, rusak dan hilang itu menjadi tanggungjawab si peminjam. Terkait beko dibawa ke daerah lain, besok akan kami lihat kembali di berkas perjanjian pinjam pakai. Kalau ada tertulis terjadi pelanggaran maka peminjam harus bertanggungjawab,” sebut Banta.(Sukma MT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Jelang Milad GAM, KMPA Aceh Timur Minta Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

AtjehUpdate.com,- Aceh Timur | Komite Mahasisawa dan Pemuda Aceh (KMPA) Aceh Timur, meminta masyarakat agar tidak terpancing dengan isu dan provokasi oleh kelompok manapun...

Tahun Depan BSI Akan Tutup Lebih dari 60 Kantor Cabang Seluruh Indonesia

AtjehUpdate.com,- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyatakan akan terus melanjutkan proses penataan kantor cabang di seluruh Indonesia. Sejumlah kantor cabang pun akan ditutup. Direktur...

USK Bongkar Paksa 8 Rumah Dinas Dosen

AtjehUpdate.com,- Banda Aceh | Delapan rumah dinas dosen Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh dibongkar paksa. Barang-barang penghuni rumah diangkut keluar dan dinding dirusak. Penertiban rumah...

Jelang Piala Soeratin 2021, PSBL Langsa Persiapkan Pemain Muda

AtjehUpdate.com,- LANGSA | PSBL Langsa yang berjuluk Elang Biru, disampimg lagi giat-giatnya melakukan persiapan tim untuk Liga 3 PSSI tahun 2021/2022, juga melakukan telling...

Recent Comments