Home / Hukum

Senin, 16 Mei 2022 - 22:54 WIB

Karena Dituduh Mencuri Seekor Bebek, Ibu Korban: Anak Saya Disiksa Dalam Rumah Hingga Tewas

AtjehUpdate.com,- LANGSA | Keputusan polisi melepaskan pelaku penganiayaan hingga tewasnya M. Jufri (20) yang dituduh mencuri bebek, sang ibu korban, Mariana (55) merasa sangat terluka dan kecewa dengan keputusan polisi yang dinilai sangat tidak adil itu.

“Anak saya itu yatim sejak 4 tahun lalu, dia ditangkap oleh pelaku dan ayahnya lalu dimasukkan ke dalam rumah, kemudian disiksa hingga mati, bukan berkelahi seperti yang diberitakan sebelumnya di beberapa media,” terang Mariana kepada wartawan AtjehUpdate.com yang berkunjung ke kediamannya di Gampong Blang, Senin (16/05).

Seharusnya ujar ibu korban, sebelum melepaskan tersangka, polisi menangkap dulu teman korban bernama si Jal yang saat itu sama-sama dengan korban datang ke TKP, dan meminta keterangannya, karena dia adalah saksi hidup. Tapi kenapa polisi hanya bermodalkan keterangan dan persaksian dari tersangka lalu melepaskannya, sungguh ini tidak adil, ucapnya lirih.

Mariana mengatakan, dia rela anaknya dihukum jika memang salah, tapi dengan hukuman yang berlaku bukan ddngan cara dibunuh, “ini namanya pembunuhan bukan perkelahian”.

Baca Juga :  Jelang Putusan, Gadjah Puteh Himbau PN Langsa Tetap Bersikap Profesional

Perutnya terbelah lebar, dada berlubang bulat seperti tusukan tombak, karena kalau tusukan pisau itu tipis, tangan dan kakinya patah, dia seperti disiksa tanpa ampun hanya karena dituduh mencuri seekor bebek saja,” terang Mariana sambil bercucuran air mata kepada awak media.

Mariana juga menceritakan, bahwa sehari setelah kejadian, dia didatangi oleh sekitar 5 orang anggota polisi dari Polres berpakaian preman dengan membawa beras telur dan air mineral kotak, seraya berkata “ini sudah takdir buk, jadi kalau bisa kita berdamai saja ya, karena kalau dilanjutkan kasus ini nanti kita akan ribet sendiri,” kata Mariana menirukan ucapan rombongan polisi tersebut.

Tapi ajakan damai itu diabaikan oleh ibu korban, karena dia berharap kepada pihak kepolisian walaupun dia orang miskin tapi keadilan harus tetap ditegakkan seadil-adilnya, karena yang datang kepadanya kenapa anggota polisi tapi bukan pihak pelaku, “jadi tak mungkin saya mau gadaikan nyawa anak saya,” tutupnya sambil kembali meneteskan air mata.

Baca Juga :  Karyawan PTPN I Dijadikan ART Rumah Pribadi Dirut, Keluarga Lapor Ke Dinas Terkait

Di tempat yang sama, yaitu di rumah duka, seorang warga sekampung dengan korban, bernama Putra, menjelaskan kepada awak media tentang teman korban yang saat itu ikut bersama dengan korban di hari naas itu, bernama Jal yang berhasil melarikan diri dari TKP dan sampai sekarang tak diketahui keberdaannya. Dia (Jal) sempat menceritakan kepadanya bahwa temannya M.Jufri yang kurus kecil itu tidak membawa senjata tajam apapun.

Jal juga menceritakan kepada Putra, bahwa sebelum melarikan diri dari TKP dia sempat melihatĀ  korban ditangkap oleh pelaku dan ayahnya lalu dimasukkan ke dalam rumah pelaku.

Dijelaskannya lagi, bahwa tidaklah ada terjadi perkelahian antara korban dan pelaku di halaman rumah, namun korban jelas-jelas ditangkap dan diseret ke dalam. Disanalah diduga terjadinya penganiayaan kepada korban M.Jufri hingga meregang nyawa.(Jemy Rho)

Share :

Baca Juga

Hukum

Terkait AD/ART Partai Demokrat Versi SBY-AHY, Yusril Ajukan Judicial Review ke MA

Hukum

Rumah Perzinahan dan Jaringan Prostitusi Online di Langsa Dibongkar Polisi

Hukum

Sahkan UU Cipta Kerja, Presiden Mahasiswa Unsam Kecam DPR RI

Hukum

Temuan Inspektorat, Ratusan Juta APBG Gampong Kuala Parek Tak Bisa Dipertanggungjawabkan

Hukum

Mantan Ka Kanwil BPN Aceh Jangan Tutup Mata Setelah Main Mata Soal Rapala

Hukum

Kerugian Capai 31 Miliar, 18 Nasabah Seret Asuransi Jiwasraya bersama 6 Lembaga Lainnya ke PN Jakarta Pusat

Hukum

Walikota Langsa Diminta Mediasi Kasus Pelaporan Wartawan

Hukum

Karyawan PTPN I Dijadikan ART Rumah Pribadi Dirut, Keluarga Lapor Ke Dinas Terkait