Home / Edukasi

Minggu, 5 Juni 2022 - 21:39 WIB

Suara Hati Aktivis “Menghadirkan Lingkungan yang Sehat di Kota Banda Aceh”

Urgensi Pengendalian Rokok

AtjehUpdate.com,- Banda Aceh | Qanun Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Aceh dan Kota Banda Aceh telah disahkan, lantas bagaimana para aktivis memandang komitmen, serta implementasi pengendalian rokok di lapangan?

Bertepatan dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) dan Hari Lingkungan Hidup, Padebooks bekerja sama dengan The Aceh Institute mengundang para aktivis dan masyarakat. Acara ini berlangsung secara online pada Minggu (05/06/2022).

Menghadirkan Heru Syahputra selaku Project Manager Tobacco Control Aceh Institute 2019-2022 yang sudah aktif dalam Tobacco Control advokasi dan penelitian sejak 2018, dan pembicara kedua dr. M. Iqbal Amin Sp. JP-FIHA dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang sedang bertugas di RSUD Tgk. Chik Di Tiro , Sigli, dan pembicara ketiga yaitu Agam Khairul Fajry Duta Wisata yang sedang menempuh Pendidikan master di Universitas Gadjah Mata (UGM), sementara Faradita, S.Pd bertindak sebagai moderator.

Baca Juga :  Geisha Lowyers Club, Saifullah : Pemuda Miliki Peran Strategis Bagi Kota Langsa

Dalam kesempatan itu, Agam Khairul Fajry mengatakan pentingnya menciptakan sektor pariwisata budaya, sejarah, bahari apalagi Aceh merupakan destinasi wisata halal yang ramah lingkungan dan bebas asap rokok. Sampah putuh rokok di perairan Indonesia setara dengan 60 kolom ukuran Olimpiade.
“Meminta orang untuk berhenti merokok sama hal seperti merubah tabiat makan nasi” ungkapnya.

Sementara itu, dr. M. Iqbal Amin Sp. JP-FIHA, mengedukasi bahaya-bahayanya rokok kepada peserta yang mayoritas anak-anak muda Aceh, dimana tembakau dalam rokok mengandung beragam zat yang berpotensi merusak sistem tubuh sehingga menyebabkan sakit jantung dan gangguan kesehatan lainnya.

Baca Juga :  Sudah Saatnya Aceh Timur Segera Miliki Qanun KTR

Beliau memaparkan strategi bagaimana cara berhenti merokok, SET waktunya, CHOOSE berhenti total, DECIDE konsultasi pada dokter, PREPARE merencanakan caranya, QUIT pikirkan lagi tugasnya, dimana dukungan keluarga dan lingkungan sekitar “Its Never Too late to quite” serunya.

Menurut Heru Syahputra selaku aktivis yang sudah ambil ikut bagian dalam advokasi KTR di Aceh dan Banda Aceh ini, leran aktif masyarakat dan Gerakan anti rokok memiliki peran yang sangat penting dalam mensosialisasikan KTR beliau mengatakan “Hal yang harus dipikirkan dalam konteks Tobacco dan sejenis rokok ini adalah masa depan anak-anak kita, dan generasi kedepannya,”.(red)

Share :

Baca Juga

Edukasi

Dekan FKIP Lantik Pengurus Alumni FKIP Unsam

Edukasi

SMPN 3 Langsa Raih 8 Prestasi pada Hardiknas 2022

Edukasi

Melalui Kemnterian KKP, DPR RI Gelar Bimtek dan Pelatihan Budidaya Udang Vanname

Edukasi

Dunia Pendidikan Aceh Tamiang Berduka

Edukasi

Rabithah Alawiyyah Aceh Timur Raya Gelar Seminar Nasab

Edukasi

Spirit Baru Penerapan Kawasan Tanpa Rokok di Aceh Timur

Edukasi

Sambut Mahasiswa Baru, BEM FKIP UNSAM Gelar PKKMB

Edukasi

Isu Nasionalisme Dalam Kepemimpinan Birokrasi