Home / Travel

Selasa, 27 Desember 2022 - 14:45 WIB

Pembangunan Kawasan Hutan Mangrove Kuala Langsa Tak Miliki AMDAL

AtjehUpdate.com,- LANGSA | Pembangunan kawasan hutan mangrove yang dijadikan tempat wisata oleh Pemko Langsa dan pengelolaannya oleh PT Pekola melanggar aturan.

Aturan yang diduga dilanggar dalam pembangunan kawasan hutan mangrove tersebut yaitu PP nomor 27 tahun 1999 tentang analisis dampak lingkungan. Kemudian Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 2012 tentang izin lingkungan. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 05 tahun 2012 tentang jenis rencana usaha dan atau kegiatan yang wajib dilengkapi AMDAL, serta Peraturan Pemerintah nomor 24 tahun 2018 tentang pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik .

Perlu diketahui bahwa pembangunan tempat wisata di kawasan hutan mangrove Kuala Langsa seperti tower mangrove, jalan setapak, jembatan dan lainnya hingga kini belum memiliki izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Informasi yang dihimpun media, ternyata AMDAL tersebut baru diusulkan pembuatannya oleh Pemko Langsa pada pertengahan tahun 2022 melalui tender proyek berjudul Penyusunan Dokumen AMDAL Kawasan Hutan Mangrove dengan nilai 900 juta rupiah di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata.

Baca Juga :  Radio Air Time Marketing: A New Strategy for the Economy

Setelah melalui proses lelang, pengerjaan proyek tersebut dimenangkan oleh PT Alam Lestari Konsultan dengan Pagu Rp. 898.816.950. Namun hingga masa kontrak berakhir, izin AMDAL belum juga didapatkan.

Semestinya, sebelum membangun kawasan hutan mangrove Pemko Langsa harus sudah mengantongi izin AMDAL terlebih dahulu. Nyatanya Pemko Langsa baru melakukan pengurusan penyusunan Dokumen AMDAL kawasan hutan mangrove melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Langsa di pertengahan 2022.

Padahal sesuai Nomor Induk Berusaha (NIB) yang ada, dokumen AMDAL seharusnya disusun oleh pemrakarsa atau pelaksana kegiatan yaitu PT Pekola. Namun kenyataannya saat ini dana penyusunan tersebut ada di Dispora, sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan mengapa pembuatan dokumen tersebut dibiayai oleh Dispora untuk PT Pekola.

Baca Juga :  Amin for 2024 Buka Puasa Bersama Pemuda Kota Langsa

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Langsa, Dr. Iqbal, M.Pd saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (26/12/2022) mengakui bahwa pembangunan kawasan hutan mangrove yang dijadikan tempat wisata tersebut tidak memiliki izin lingkungan atau AMDAL.

“Pelaksana proyek penyusunan dokumen AMDAL kawasan hutan mangrove sudah diputuskan kontrak pada 23 Desember 2022 sehingga izin lingkungan atau AMDAL belum dapat,” kata Iqbal.

Namun, sambung Iqbal, pengurusan dokumen AMDAL sudah sampai ke tahap Rencana Kerja (RK) I yang sudah terdaftar di Kementerian Lingkungan Hidup.

“Kita tinggal mengurus kelanjutannya saja, karena kita sudah terdaftar di kementerian dalam pengurusan dokumen AMDAL,”.(red)

Share :

Baca Juga

Architecture

The Weirdest Places Ashes Have Been Scattered in South America

Featured

Flying Over the Grand Canyon with a Helicopter

Featured

The Ultimate Cruise Experience in the Carribean

Architecture

Silicon Valley Guru Affected by the Fulminant Slashed Investments

Architecture

Radio Air Time Marketing: A New Strategy for the Economy

Architecture

Watch Awesome Kate Go Full Cooking Pro in England this Week

Architecture

Social Media Marketing for Franchises is Meant for Women

Architecture

The Next Wave of Superheroes Has Arrived with Astonishing Impact