Home / Aceh

Selasa, 26 September 2023 - 15:18 WIB

Kini Menjadi Klinik Spesialis Langsa, Izin UKL-UPL Klinik Spesialis Mata Langsa Dipertanyakan

Klinik Spesialis Langsa. Foto : Dokumentasi AtjehUpdate

Klinik Spesialis Langsa. Foto : Dokumentasi AtjehUpdate

AtjehUpdate.com,- Langsa | Klinik Spesialis Mata yang hadir di Kota Langsa pada Kamis, 4 Agustus 2022 ini sudah menjadi sorotan banyak pihak. Bagaimana tidak, saat ini Klinik Mata itu tidak lagi sebuah Klinik Mata pada umumnya seperti yang diresmikan oleh Walikota Langsa, Usman Abdullah saat itu.

Klinik ini sudah berubah menjadi Klinik Spesialis Langsa, bukan lagi Klinik Spesialis Mata. Berarti secara tidak langsung, Klinik ini sudah menjadi klinik umum seperti pada umumnya.

Klinik Spesialis Mata Langsa sebelum berubah menjadi Klinik Spesialis Langsa. Foto : Net

Berdasarkan hasil penelusuran AtjehUpdate selama satu bulan terakhir, ternyata Izin UKL-UPL klinik adalah Klinik Mata SMEC atau Klinik Spesialis Mata, bukanlah Klinik Spesialis Langsa atau Umum.

Lantas menjadi pertanyaan banyak pihak atas berdirinya klinik ini. Berdasarkan Surat Nomor : 660/788/TL-03/2021 perihal rekomendasi atas UKL-UPL Kegiatan Klinik Mata SMEC, bahwa berdasarkan surat nomor : 1630/SMEC/VII/2021 tanggal 21 Juli 2021 penyampaian Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) Kegiatan Klinik Mata SMEC yang berlokasi di Kecamatan Langsa Baro, Gampong Birem Puntong, Kota Langsa, Provinsi Aceh, bersama ini diberitahukan berdasarkan hasil evaluasi teknis yang telah dilakukan, maka terhadap UKL-UPL UNTUK Kegiatan Klinik Mata SMEC yang berlokasi di Kecamatan Langsa Baro, Gampong Birem Puntong, Kota Langsa , Provinsi Aceh tersebut secara teknis dapat disetujui.

Baca Juga :  MPU Desak Pemko Langsa Cabut Izin Truffle Box Resto

“UKL-UPL yang telah disetujui merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari surat rekomendasi ini dan menjadi acuan bagi penanggung jawab kegiatan dalam menjalankan kegiatannya dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tulis dalam surat itu.

Kemudian, dalam surat itu menyebutkan, bahwa Penanggung Jawab Kegiatan Klinik Mata SMEC wajib melaporkan pelaksanaan upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup yang tercantum dalam UKL-UPL tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Langsa dan instansi-instansi sector terkait (Termasuk instansi pemberi izin) setiap enam bulan sekali sejak tang diterbitkannya surat rekomendasi ini.

Kemudian, pada surat Keputusan Dinas Lingkungan Hidup Kota Langsa nomor : 660/497/2022 tentang Persetujuan Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan Lingkungan Hidup Klinik Spesialis Mata Langsa Jalan Jendral Ahmad Yani Nomor 28 Gampong Birem Puntong, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, Provinsi Aceh juga menyebutkan hal yang serupa.

Hanya saja Penanggung Jawabnya berbeda yaitu Syarifah Kartika Lidya yang menjabat sebagai Direktur.

“Menetapkan : KESATU : Persetujuan pernyataan kesanggupan pengelolaan lingkungan hidup kegiatan klinik spesialis mata langsa JL. Jend. Ahmad Yani No. 28 Gampong Birem Puntong Kecamatan Langsa Kota Kota Langsa Provinsi Aceh oleh PT. Klinik Mata Langsa,” tulis dalam surat itu.

Persetujuan pernyataan kesanggupan itu diserah kepada Syarifah Kartika Lidya yang menjabat Direktur dengan nama kegiatan yaitu Klinik Mata Langsa dan jenis kegiatan Klinik Mata Langsa.

Baca Juga :  5 Calon Geuchik Paya Bujok Seulemak Tarik Nomor Urut

Berdasarkan surat itu, pihak AtjehUpdate telah  berusaha menghubungi pihak Klinik Spesialis Langsa ini, namun hingga berita ini tayang belum ada tanggapan apapun terkait berubahnya usaha Klinik Mata menjadi Klinik Spesialis Langsa.

Gadjah Puteh Pertanyakan Izin UKL-UPL Klinik Spesialis Langsa

Direktur LSM Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah Almahdaly mempertanyakan terkait perizinan Klinik itu. “Ini merupakan pembohongan publik serta upaya manipulasi perizinan yang tidak sesuai dari izin awal yang dimohon oleh pengusaha klinik tersebut,” katanya dalam keterangannya, Selasa (26/9/2023).

Menurutnya, ada upaya pengaburan operasional sebelumnya hanya sebagai Klinik Mata, tapi kemudian diduga secara diam-diam berubah menjadi Klinik Umum.

“Tentunya harus disesuaikan dengan fasilitas penampungan limbah medis yang telah ditetapkan. Oleh karena karena telah melayani banyak pasien dengan berbagai jenis penyakit, maka izin lingkungan dan pengelolaan limbahnya juga harus sesuai,” ujarnya.

Sayed mengatakan, hal tersebut adalah pelanggaran hokum, karena mereka diduga merekayasa perizinan awal dengan persyaratan yang minim dan lantas disulap menjadi sebuah klinik umum.

“Kami yakin mereka juga dibantu oleh oknum-oknum tertentu pada Dinas terkait di Pemko Langsa,” pungkasnya. (Red)

Share :

Baca Juga

Aceh

Alat Berat Milik Pemko Langsa Terbenam Di Tambak Aceh Timur

Aceh

Pandangan Umum Fraksi Tamiang Sepakat Terhadap RAPBK Aceh Tamiang 2021

Aceh

Base A Berserakan Sepanjang Jalan Negara Ancam Keselamatan Pengendara

Aceh

Kabid PSPFM Dinsos : Gechik Gampong Baro Lakukan Pembohongan Publik

Aceh

Selebgram TikTok Abu Laot Ditangkap oleh Polda Aceh

Aceh

Bupati Aceh Timur Dampingi Kapolres Ziarahi Makam Sayed Abu Bakar di Idi Rayeuk

Aceh

Tertibkan Caffe Penyedia Billyard, Sapma PP Dukung DSI Langsa

Aceh

Siapakah Sosok Tepat Pj Gubernur Aceh?