Home / Aceh

Sabtu, 7 Oktober 2023 - 16:03 WIB

Menuju 100 Hari Kinerja Kapolda Aceh yang Baru, Status Laporan Aliansi Elemen Sipil Menggugat Masih Ngambang

AtjehUpdate.com,- LANGSA | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui surat telegram rahasia nomor ST/2164/IX/KEP/2023 yang bertandatangan Asisten SDM Kapolri Irjen Dedi Prasetyo merotasi sejumlah perwira tinggi di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia salah satunya adalah Kapolda dan Wakapolda Aceh yang mana sebelumnya Kapolda Aceh dijabat oleh Irjen Ahmad Haydar dan Wakapolda dijabat oleh Brigjen Syamsul Bahri sebagaimana kita ketahui kalau Kapolda sebelumnya adalah termasuk salah satu keturunan cucu nabi sementara Wakapolda sebelumnya putra asli Kota Langsa.

Kini jabatan Kapolda Aceh diemban oleh Irjen Pol Achmad Kartiko dan Kombes Armia Fahmi sebagai Wakapolda, sebagaimana kita ketahui Kapolda Aceh yang baru ini merupakan Pati Baintelkam Polri yang ditugaskan Kapolri di Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) beliau adalah orang yang sangat berpengalaman dalam melaksanakan berbagai penugasan di dalam dan luar negeri, sehingga sederet prestasi mentereng pernah dinobatkan kepada beliau mulai dari penghargaan Satya Lencana Bhayangkara Nararya, SL Bhakti Nusa, SL Bhakti Sosial, SL Santi Dharma, Medali PBB dan bahkan Pin Emas Kapolri telah disematkan ke pundak beliau.

Pria Kelahiran Jakarta 20 Maret 1968 silam ini juga merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) seangkatan Kapolri tahun 1991, serah terima jabatan Kapolda dilakukan dengan farewell parade serta berlangsung khidmat dan lancar di Mapolda Aceh pada Selasa (3/10/2023).

Dalam amanat terakhir di Polda Aceh, Irjen Pol Ahmad Haydar menyampaikan, selama dua tahun dua bulan dirinya menjabat sebagai Kapolda Aceh dirinya telah berupaya maksimal untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam merealisasikan berbagai program strategis dan kebijakan pimpinan POLRI.

Baca Juga :  Mahfud MD Instruksikan Aparat Respon Laporan Pungli dengan Baik, Pelapornya Jangan Dikriminalisasi

Namun demikian dirinya dengan penuh kesadaran merasa selama kepemimpinannya tentunya masih banyak kekurangan baik dalam pelaksanaan tugas bidang operasional maupun pembinaan. Harapannya, kekurangan dan ketidaksempurnaan tersebut dapat diperbaiki dan disempurnakan oleh Bapak Kapolda Aceh yang baru.

Sementara itu Kapolda Aceh yang baru dalam amanatnya juga menyampaikan bahwa pergantian pimpinan dalam organisasi adalah yang biasa hal ini bertujuan untuk pemeliharaan keselarasan yang berkesinambungan dalam menghadapi dinamika – dinamika organisasi yang juga menjadi bagian terintegrasi dalam memantapkan tatanan manajerial sumber daya manusia (sdm) polri.

Sejak serah terima jabatan memberi makna kepada kita bahwa beliau sudah sah menduduki jabatan Kapolda Aceh yang baru, tentunya mulai dari tanggal tersebut adalah dimulainya jejak awal langkah beliau menunjukkan kinerjanya dalam 100 hari kedepan, apakah semakin baik atau apa yang telah dicapai Kapolda sebelumnya tidak bisa dipertahankan oleh beliau.

Namun keraguan itu sudah ditutupi oleh sederet prestasi-prestasi yang telah beliau dapat, kita meyakini Aceh dalam keamanan dan ketertiban akan semakin lebih baik apalagi memasuki tahun politik yang sudah tidak lama lagi, pasti beliau telah mempersiapkan langkah-langkah strategis akan kemungkinan yang akan terjadi kedepannya dan telah melakukan mitigasi resiko atas kejadian-kejadian yang tak terduga.

Bahkan saat ini harapan dari sebagai perwakilan masyarakat Aceh umumnya yang mana salah satu wujud kinerja yang sangat perlu beliau tunjukkan ke masyarakat adalah perkembangan Laporan Aduan oleh ALIANSI ELEMEN MASYARAKT SIPIL MENGGUGAT yang saat ini juga masih berupa surat tanda terima bukti laporan pengaduan dengan nomor Reg/69/VII/2023/Subdit V Tipid Siber/Ditreskrimsus tanggal 21 Juli 2023.

Baca Juga :  Tertibkan Caffe Penyedia Billyard, Sapma PP Dukung DSI Langsa

Bayangkan, sudah 5 bulan laporan aduan itu masih tanda terima karena sebagaimana kita ketahui jika melihat situs https://sp2hp.bareskrim.polri.go.id/ jika laporan masih berupa tanda terima maka progres perkembangan kasus aduan tidak bisa dipantau oleh si pelapor.

Tentunya hal ini sangat disayangkan, karena aduan LSM tersebut merupakan upaya masyarakat menjaga sebuah kebocoran penerimaan dari perpajakan atas penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Pejabat yang berwenang khususnya Bea Cukai Langsa. Padahal maksud dan tujuan mulia ini harusnya didukung oleh semua pihak, bagaimana mungkin negara ini akan bisa melunasi hutang dan menutupi seluruh pengeluaran negara jika penerimaan utamanya atau istilah kampungnya gaji pokoknya dipoklek oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Atas dasar itulah ini menjadi sebuah PR besar bagi Kapolda Aceh yang baru dalam 100 hari ke depan apakah beliau dengan pengalamannya di Baintelkam Polri berhasil mengungkap praktik-praktik kotor ini, bagaimana mungkin kita masyarakat bisa percaya dengan aparat-aparat hukum keseluruhan jika hal kecil selevel Kabupaten/Kota tidak bisa ditangani dan diselesaikan.

Bukankah negara kita ini berdiri di atas keringat pejuang dan rakyat-rakyat kecil namun apalah arti itu semua jika masyarakat dibohongi dalam hal pendapatan negaranya.

untuk itu sekali lagi kami yang menyatakan sebagai mitra masyarakat tentunya juga sekaligus menjadi mitra aparat penegak hukum terutama POLRI dan APH lainnya sangat mengapresiasi jika aduan kami dapat ditindaklanjuti dengan segera dan dapat mengungkap kasus-kasus serupa di Instansi dibawah kementerian keuangan pimpinan ibunda kita yang terhormat Sri Mulyani.(red)

Share :

Baca Juga

Aceh

Ulama Langsa Kecam Kegiatan Hura-hura Di Arena JAMDA

Aceh

BREAKING NEWS! Lima Orang Kabid Pada Disdikbud Kota Langsa Kompak Mengundurkan Diri

Aceh

Demokrasi Aceh dalam Ancaman, Money Politic Penentu Kemenangan

Aceh

Susunan Keanggotaan Baru Panleg, Panggar dan BKD DPRK Aceh Tamiang

Aceh

Oknum Pejabat Pemko Langsa Alihfungsikan Hutan Negara Untuk Kepentingan Pribadi

Aceh

Transaksi Pakai Uang Palsu, Seorang Perempuan di Bener Meriah Ditangkap Polisi

Aceh

Usai PKB, Giliran Demokrat Aceh Timur Lapor Dugaan Penggelembungan Suara ke Panwaslih

Aceh

Bakti TNI, Bekangdam IM Laksanakan Penyuluhan Wasbang dan Gotroy di Gp Suka Ramai Baiturrahman Banda Aceh