Home / Aceh / Hukum

Sabtu, 13 Januari 2024 - 08:01 WIB

KIP Langsa Akan Laporkan Oknum Komisoner Terdakwa Akun Bodong ke KPU RI di Jakarta

AtjehUpdate.com,- LANGSA | Kasus akun bodong Facebook Usman Udin dan barang bukti diserahkan pihak Polres Langsa ke kejaksaan negeri Langsa dan sudah mulai disidangkan di PN Langsa dengan terdakwa salah satunya Iqbal Suliansyah oknum anggota KIP Langsa.

Adapun tersangka yang diserahkan yakni FS (26), pekerjaan mahasiswa warga Jln.T.M. Zein Dusun III Gampong Daulat Kec. Langsa Kota dan IS (36), oknum anggota KIP Kota Langsa Jln. T.M. Zein Dusun III Gampong Daulat Kec. Langsa Kota.

Bahwa sebelumnya Polres Langsa pada bulan Agustus 2023 telah menerima Laporan Polisi dari Masyarakat terkait akun facebook “USMAN UDIN” sebanyak 3 laporan terkait dugaan Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik melalui media sosial Facebook.

Selanjutnya, anggota Sat Reskrim Polres Langsa melakukan serangkaian kegiatan penyelidikan dan pada 20 Oktober 2023 baru diketahui bahwa adapun orang yang terkait dengan akun facebook “USMAN UDIN” tersebut adalah FS dan IS.

Setelah dilakukan wawancara atau klarifikasi terhadap FS dan IS mengakui bahwa benar mereka ada memiliki kaitan dengan akun facebook “USMAN UDIN” tersebut.

Baca Juga :  Fitnah Banyak Pihak, Polres Langsa Periksa Pemilik Akun Bodong "Usman Udin"

Kemudian, pada 06 November 2023 Polres Langsa kembali menerima Laporan terkait dugaan tindak pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan masyarakat yang dilaporkan oleh Organisasi Keluarga Besar TNI.

Setelah itu, dilakukan rangkaian pemeriksaan terhadap ahli dan kemudian bahwa hasil kegiatan penyelidikan tersebut diketahui bahwa ada ditemukan dugaan tindak pidana terkait perkara yang dilaporkan tersebut.

Bahtiar Husin, MA, Ketua Divisi Hukum
Bahtiar Husin, MA Ketua Divisi Hukum

Hingga, 07 November 2023 perkara yang dilaporkan ke Polres Langsa terhadap akun facebook “USMAN UDIN” tersebut dinaikkan status dari penyelidikan dan tahap penyidikan. Pada 23 November 2023 telah ditetapkan 2 tersangka terkait perkara dugaan Tindak pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan masyarakat dan atau tindak pidana pencemaran nama baik melalui Media Sosial Facebook yang dilakukan oleh FS dan IS.

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Langsa, melalui Ketua Divisi Hukum dan Informasi, Bahtiar Husin, MA kepada AtjehUpdate.com, Jum’at (12/1/2024) mengatakan bahwa sejak awal dari proses penetapan tersangka pihaknya telah melaporkan kasus tersebut ke KIP propinsi Aceh.

Baca Juga :  Paska Liburan, Ribuan Santri MUQ Langsa Kembali Masuk Asrama

Terkait pengnonaktifan yang bersangkutan sebagaimana desakan yang beredar di lapangan, Bahtiar menjelaskan bahwa tidak ada kewenangan pihaknya untuk melakukan hla itu, dan juga tidak pernah menerima surat keputusan apapun dari KIP Aceh, bebernya.

“Sejak awal proses hukum yang bersangkutan kami telah melaporkan tahapan-tahapannya ke propinsi dan KPU RI, namun terkait pengnonaktifan saudara Iqbal Suliansyah dari anggota Komisioner yang sudah berstatus sebagai terdakwa bukanlah kewenangan kami, karena posisi kami hanya menunggu”, kata Bahtiar.

Meski demikian, kata Bahtiar, pihaknya akan berangkat ke Jakarta untuk melaporkan secara langsung ke KPU RI terkait seluruh perkembangan kasus oknum tersebut, “InsyaAllah Senin (15/1) kami akan ke Jakarta melaporkan seluruh perkembangan tahapan proses hukum tersebut, dengan harapan segera turun keputusan yang tetap,” tutup Bahtiar.(red)

 

Share :

Baca Juga

Hukum

Gadjah Puteh Pertanyakan Kasus SPPD “Bodong” DPRK Atam Rp10,3 miliar

Aceh

Kadiskominfo Langsa “Diserang” Wartawan

Aceh

Base A Berserakan Sepanjang Jalan Negara Ancam Keselamatan Pengendara

Aceh

Meski Sopir Truk Dilepaskan, Bea Cukai Aceh Bantah Ada Permainan ‘Orang Dalam’

Aceh

Tanpa Tanda Pengaman, Tenda Di Belakang Tribun Lapangan Merdeka Langsa Makan Korban

Hukum

Warga Pasuruan Geruduk Kantor Bea dan Cukai, Diduga Kong Kalikong

Aceh

KNPI Langsa Gelar Takshow dan Buka Bersama

Aceh

Padahal Sudah Tujuh Tahun Memohon, Namun Warga Kuala Parek Ini Masih Huni Rumah Reot