Home / Aceh / Opini

Rabu, 22 Mei 2024 - 22:07 WIB

Rapor Merah Kepala Kantor Beacukai Langsa

Oleh : Sayed Zahirsyah Al Mahdaly

AtjehUpdate.com,- LANGSA | Tidak bisa dipungkiri, sejak demo yang kami lakukan tahun 2023 kini masyarakat bisa melihat hasil yang memuaskan, beberapa kali penangkapan yang dilakukan oleh Beacukai Langsa selalu naik ke tahap penyidikan

Tentunya peran kami sebagai LSM yang mengawasi kinerja aparat pemerintah di kota Langsa dan sekitarnya boleh dikatakan sangat sukses, dimana yang awalnya Beacukai langsa sangat-sangat tertutup, dan bahkan sebelum kejadian demo tersebut masyarakat seperti dibohongin baik melalui polesan mereka di medsos maupun pencitraan mereka di kalangan instansi vertikal.

Namun siapa sangka, dibalik ini semua tentunya masih ada catatan buruk yang kami lihat bahkan kami telah merangkumnya dalam sebuah judul “Rapor Merah”. Bagaimana tidak, walaupun dalam perjalanannya Beacukai Langsa terus melakukan penangkapan namun masih banyak isu miring dan tidak transparan serta lambatnya penanganan perkara yg dilakukan oleh Beacukai Langsa. Sebagaimana kita tau Sulaiman adalah orang yang paling bertanggung jawab akan hal ini,

Untuk itu mari sama-sama pembaca nikmati dan resapi daftar kesalahan yang menurut kami sangat krusial yang menjadi “Rapor Merah” Sulaiman selama menjabat Kepala Kantor Beacukai Langsa.

Yang pertama adalah larinya investor multimoda laut yang menjalankan bisnisnya di pelabuhan Kuala Langsa, padahal gaung pengaktifan kembali ekspor impor bahan hasil perikanan dan pertanian begitu bombastis terlihat dan mendapat dukungan dari banyak pihak, mulai dari pemerintah provinsi hingga kota Langsa. Tidak tanggung-tanggung, seremonial besar-besaran kala itu seperti tidak ada artinya lagi sekarang, padahal sebagaimana kita tahu seremonial tersebut juga menghabiskan anggaran yang tidak sedikit.

Namun apa hendak dikata, nasi sudah menjadi bubur, beberapa kali ekspor impor dilakukan ternyata ada ketidak profesionalan yang dilakukan oleh pihak Beacukai Langsa, dimana dalam penetapan tarif pajak dalam rangka impor (PDRI) baik Bea Masuk dan lain-lain ternyata dengan jenis barang yang sama namun pajaknya berbeda-beda, sehingga sangat merugikan pihak jasa pelayaran yang mengangkut barang ekspor impor ini sehingga hal ini tercium oleh kami dan naik ke media yang akhirnya diikuti oleh audit yang dilakukan oleh kantor pimpinan diatasnya. Dan yang terjadi benar adanya, si pelaku usaha dikenakan biaya yang cukup fantastis hingga setengah milyar lebih yang membuat mereka harus gulung tikar dan angkat kaki dari pelabuhan kota Langsa.

Baca Juga :  Surati Kejati Aceh, Gadjah Puteh Pertanyakan Laporan Dugaan Kerugian Negara Oleh Bea Cukai Langsa

Dan yang sangat disayangkan adalah tindakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang kami rasa hanya merugikan satu pihak, bukankah seharusnya Sulaiman selaku Kepala Kantor dan para anak buahnya harus juga ikut bertanggung jawab dan dikenakan sanksi atas ketidak profesionalan mereka bagaimana sistem di Beacukai Langsa bekerja, mulai dari sosialisasi hingga eksekusi akhirnya dan tentunya mitigasi agar hal ini tidak merugikan para pelaku bisnis

Tapi pada kenyataannya Sulaiman dan para anak buahnya yang terlibat tidak pernah menerima sanksi apa-apa dari aparat pengawas internal maupun eksternal.

Untuk itu, melalui media ini kami coba untuk menyampaikan dan akan melaporkan atas ketidak profesionalan yang dilakukan oleh Sulaiman selaku pimpinan unit Beacukai Langsa

Yang kedua, sebagaimana kita ketahui walaupun banyaknya penangkapan yang dilakukan oleh Beacukai Langsa namun tidak ada satupun aktor intelektual yang tertangkap, tentunya hal ini menimbulkan praduga dari kalangan masyarakat apakah ada permainan didalamnya atau ada nego tangkap 1 lepas 5.?. Untuk itu kami juga menuntut kepada para APH untuk menyelidiki dugaan permainan tersebut.

Ketiga, yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana proses pengadaan yang dilakukan oleh Beacukai Langsa sangatlah tidak transparan, seolah-olah dana negara yang diamanahkan untuk Beacukai Langsa hanya boleh dijalankan oleh orang-orang dekat Sulaiman selaku Kepala Kantor. Dan tentunya Kuasa Pengguna Anggaran karena seperti yang pernah kami tuliskan di media kami ada dugaan “Beacukai Langsa memecah paket pengadaan untuk bisa mudah menunjuk langsung penyedia mana yang mereka dekat”.

Baca Juga :  Langsa Adalah "BANDUNG" nya Aceh

Keempat adalah lambatnya rilis yang dilakukan oleh Beacukai Langsa, seperti contohnya penangkapan terakhir yang dilakukan, padahal penangkapan sudah terjadi dalam beberapa hari lalu namun baru dilakukan siaran pers setelah media banyak menaikkan berita tersebut.

Dan yang terakhir adalah, kurang maksimalnya Beacukai Langsa dalam memberantas peredaran rokok ilegal dan penyelundupan di wilayah Beacukai Langsa, sebagaimana kita lihat masih banyaknya beredar barang-barang tanpa dilekati pita cukai yang masih mudah didapati diwarung-warung dan masih terlihat banyaknya pengguna.

Hal itu karena penangkapan rokok selalu saja didarat, namun bagaimana dengan yang di laut.? namun Beacukai Langsa selalu saja berkelit karena kekurangan personil, padahal oleh negara mereka telah diamanahkan failitas yang lengkap,seperti speed boat, kendaraan dinas baik roda dua maupun roda empat, senjata api, dan bahkan dana operasi yang sampai ratusan juta setiap tahunnya.

hal ini tentunya menjadi kekhawatiran kita bersama bagaimana akhir-akhir ini karena banyaknya kasus di Beacukai di seluruh Indonesia yang sudah viral dimana-mana, namun herannya apa yang telah kami suarakan terkait Beacukai Langsa seperti tidak digubris dan malah dilakukan pembiaran. Kami menduga Sulaiman yang menjabat Kepala Beacukai Langsa sekarang adalah salah satu orang kuat di Beacukai. Bagaimana tidak, menurut profiling kami ada dugaan bahwa Kepala Purwakata dan Sulaiman berada dalam satu leting angkatan lulus STAN pada tahun yang sama.

Namun dugaan itu hanya aparat yang berwenang yang mampu membuktikan, kami dari LSM sudah memaksimalkan bekerja tanpa dibayar dari negara namun sudah mampu berbuat sejauh ini. Tentunya pemerintah pusat mesti lebih aware dan serius lagi dalam menangani kejadian di kantor kecil di daerah. Bayangkan bagaimana ternyata hal ini bisa terjadi hampir di setiap kantor Beacukai di seluruh Indonesia. (Penulis adalah Aktivis Sosial, Pengamat Pemerintahan dan Direktur Eksekutif LSM Gadjah Puteh)

Share :

Baca Juga

Aceh

GeMPAR Aceh : Nova Iriansyah Dapat Dimakzulkan

Aceh

Selebgram TikTok Abu Laot Ditangkap oleh Polda Aceh

Aceh

ALASKA Demonstrasi di Polres dan KAJARI Langsa

Aceh

Patah Tulang, Gubernur Aceh Dilarikan ke RSCM

Aceh

GARANG Menduga Mantan Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh Tamiang Jual Nama APH Lakukan Pungli Dana PSR

Aceh

Dugaan Maling Volume Pekerjaan Jalan Nodai WTP ke 8 Walikota Langsa

Aceh

Surati Kejati Aceh, Gadjah Puteh Pertanyakan Laporan Dugaan Kerugian Negara Oleh Bea Cukai Langsa

Aceh

Meski Sopir Truk Dilepaskan, Bea Cukai Aceh Bantah Ada Permainan ‘Orang Dalam’