Home / Aceh

Selasa, 11 Juni 2024 - 12:05 WIB

Kisah Dibalik Penangkapan Kapal Bermuatan Rokok Ilegal di Aceh Tamiang

AtjehUpdate.com,- LANGSA | Kisah heroik kembali dipertontonkan tim gabungan bea cukai di wilayah Aceh, dimana pada tanggal 26 Mei 2024 lalu telah terjadi penangkapan kapal yang mengangkut rokok ilegal di peraian Aceh Tamiang.

Seperti biasa, berita terkait penangkapan di bea cukai Langsa dan bea cukai Aceh sepi dan hampir tidak terdengar, bahkan konfirmasi dari berbagai awak media pun ditanggapi sekenanya oleh humas bea cukai langsa dan kepala kantor bea cukai Langsa yang membawahi wilayah Aceh Tamiang dan mengatakan dengan singkat bahwa penangkapan tersebut dibawah koordinasi kantor wilayah BC Aceh.

Dibalik kisah heroik tersebut, ternyata tersimpan kisah tersendiri. Tim investigasi AtjehUpdate menghimpun berita dari berbagai sumber dan diperoleh informasi bahwa kapal yang ditangkap tersebut ternyata masih satu manajemen dengan kapal-kapal yang pernah melakukan ekspor dan impor di pelabuhan kuala Langsa, bahkan diduga pernah digunakan sebagai kapal pengangkut untuk ekspor dan impor dari pelabuhan kuala Langsa yang pernah diinisiasi oleh Sulaiman.

Pembaca tentu ingat berita viral di kota Langsa, bagaimana Sulaiman, Kepala Bea Cukai Langsa atas inisiasinya mengaktifkan kembali pelabuhan kuala Langsa dan melakukan berbagai kegiatan ekspor dan impor.

Baca Juga :  Truk "Sarana Kejahatan" Pengangkut Rokok Ilegal Dilepas KPPBC TMP C Kuala Langsa

Lebih mengagetkan lagi, dari sumber yang didapat oleh media, bahwa diduga telah terjadi adu argumentasi oleh nahkoda kapal dengan tim yang melakukan penangkapan dari bea cukai, karena menurutnya koordinasi sudah dilakukan tatkala mereka mengangkut rokok ilegal dimaksud.

Tentu pembaca juga masih ingat bagaimana berita yang pernah diangkat AtjehUpdate terkait ekspor rokok Astro dengan judul *Gadjah Puteh: Kawasan Berikat, Gudang dan Semua Fasilitasnya Penyebab Indonesia Kebanjiran Produk Impor* dimana terjadi kejanggalan atas ekspor rokok merek Astro yang berasal dari luar negeri yang didatatangkan ke Indonesia dan disimpan di Gudang Berikat yang berlokasi di Medan untuk selanjutnya diekspor melalui Pelabuhan kuala Langsa ke Myanmar. Setelah diangkat dan diramaikan oleh media barulah kegiatan ekspor tersebut akhirnya terhenti melalui pelabuhan kuala Langsa.

Bagaimana tidak, rokok merek Astro tersebut diimpor dari Hongkong untuk ditimbun di Gudang Berikat PT Permata Arga Wisesa yang berlokasi di Deli Serdang, Sumatera Utara. Lebih lanjut, berdasarkan penelusuran diketahui bahwa market bisnis rokok multilateral PT Permata Arga Wisesa ada di India, Vietnam, Australia, Philipina, Thailand, Hongkong, Indonesia dan Singapore. Sejurus itu, negara Myanmar tidak termasuk dalam market daftar PT Permata Arga Wisesa.

Baca Juga :  Anies Baswedan : Dana Otsus Aceh Harus Diperpanjang

Padahal jika dihitung secara bisnis dan keuntungan eksportir, pelabuhan Langsa tidak ada pengiriman langsung ke Myanmar sedangkan yang ada pengiriman langsung adalah dari pelabuhan Belawan dan biaya pengiriman melalui darat ke Langsa, kemudian dari Pelabuhan Kuala Langsa hanya sampai ke Malaysia jikalau berlanjut berarti ada biaya lagi, pengiriman dari Malaysia ke Myanmar.

Merupakan suatu kebetulan atau bukan, rangkaian cerita permasalahan rokok tersebut seperti membenarkan kecurigaan publik atas dugaan permainan rokok ilegal di era kepemimpinan kepala bea cukai Langsa saat ini. Mulai dari dugaan tangkap-lepas yang dulu pernah diramaikan “Aliansi Elemen Sipil Menggugat”, dugaan keengganan mengusut pelaku utama permainan rokok ilegal yang telah dinaikan penyidikan, sampai dengan dugaan permainan ekspor rokok Astro dan cerita dibalik penangkapan kapal pengangkut rokok ilegal di Aceh tamiang terakhir ini yang tentunya masyarakat sendiri yang dapat menilai.

Lalu, mau sampai kapan kita biarkan dugaan permainan kotor ini berlanjut?dimana aparat penegak hukum dan pengawas internalnya?!.(red)

Share :

Baca Juga

Aceh

Bupati Aceh Tamiang Serahkan LKPJ Tahun Anggaran 2022

Aceh

IDzRA Aceh Peringati Milad Ke- 2

Aceh

Transaksi Pakai Uang Palsu, Seorang Perempuan di Bener Meriah Ditangkap Polisi

Aceh

Gadjah Puteh: Putusan Hakim Harus Netral, Jangan Berat Sebelah

Aceh

Dianggap Ganggu Aktifitas Mushalla, YARA Minta Wali Kota Langsa Cabut Izin Usaha Refleksi

Aceh

Sudah 25 KM Menggali, Diduga Pekerja Jargas Hanya Dapat Cashbon

Aceh

Laka Lantas Di Bayeun, Fortuner VS Supra

Aceh

Paripurna DPRK Aceh Tamiang Tetapkan Program Legislasi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Prioritas Tahun 2022