AtjehUpdate.com – Sultan Iskandar Muda, raja besar dari Kerajaan Aceh, dikenal sebagai pemimpin yang membawa kejayaan bagi negerinya. Memimpin dari tahun 1607 hingga 1636, Sultan Iskandar Muda memperluas wilayah Aceh, memajukan perdagangan, pendidikan, dan militer. Namun, apa yang bisa dipelajari oleh pemuda Aceh saat ini dari sosok beliau? Apa yang hilang dari generasi muda Aceh yang dulu begitu cemerlang di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda?
Pemimpin dengan Visi Besar
Salah satu pelajaran besar yang dapat diambil dari Sultan Iskandar Muda adalah visi besarnya dalam memajukan Aceh. Beliau tidak hanya fokus pada perluasan wilayah, tetapi juga memikirkan bagaimana Aceh bisa menjadi pusat perdagangan internasional yang disegani. Di bawah kepemimpinannya, Aceh mengontrol jalur perdagangan di Selat Malaka, dan Sultan Iskandar Muda menerapkan pajak yang signifikan pada kapal-kapal dagang asing, terutama dari Eropa. Hubungan diplomatik juga terjalin dengan kerajaan besar lainnya, seperti Kesultanan Ottoman.
Sultan Iskandar Muda juga dikenal karena menghormati gajah sebagai simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan. Gajah dijadikan kendaraan sultan dalam acara kerajaan dan bahkan dalam pertempuran. Beaulieu, seorang pedagang Prancis yang pernah berkunjung ke Aceh, menyebut bahwa Sultan Iskandar Muda memiliki sekitar 900 ekor gajah yang dilatih untuk berperang. Gajah-gajah ini dilengkapi dengan hiasan emas dan permata, melambangkan kejayaan Aceh.
Apakah semangat untuk memiliki visi besar ini masih terlihat pada pemuda Aceh saat ini? Banyak yang berpendapat bahwa para pemuda hari ini cenderung lebih fokus pada pencapaian pribadi tanpa memikirkan kemajuan bersama. Padahal, semangat kebersamaan dan kepentingan masyarakat luas itulah yang membuat Aceh berjaya di masa lalu.
Hilangnya Semangat Intelektual
Sultan Iskandar Muda sangat menghargai pendidikan. Di bawah kepemimpinannya, Aceh menjadi pusat pendidikan dengan ulama besar seperti Syamsuddin Sumatrani dan Hamzah Fansuri yang berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Sultan Iskandar Muda sendiri belajar dari ulama terkemuka, mencerminkan nilai intelektual yang tinggi.
Namun, tantangan yang dihadapi pemuda Aceh adalah bagaimana menghidupkan kembali semangat belajar. Teknologi dan informasi yang semakin maju seharusnya digunakan untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi tanpa disiplin dan motivasi, potensi besar ini akan sia-sia.



