Tutup Disini
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Berita

LSM Gadjah Puteh Laporkan Bea Cukai Langsa ke ‘Lapor Mas Wapres’, Respons Positif Diterima

67
×

LSM Gadjah Puteh Laporkan Bea Cukai Langsa ke ‘Lapor Mas Wapres’, Respons Positif Diterima

Sebarkan artikel ini
Poster layanan pengaduan "Lapor Mas Wapres" dengan ilustrasi wajah Wakil Presiden RI, menyediakan kontak WhatsApp untuk menerima laporan masyarakat
LSM Gadjah Puteh memanfaatkan kanal "Lapor Mas Wapres" untuk melaporkan dugaan pelanggaran di Bea Cukai Langsa, termasuk manipulasi nilai impor dan peredaran barang mewah ilegal seperti moge. Respons cepat diterima: "Terima kasih atas laporan anda, kami akan segera merespon laporan anda

untuk itu tentunya ini menjadi hal yang memprihatinkan dan kami mendesak agar Kepala Bea Cukai Langsa ini segera di Copot.

Namun Direktur LSM Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah Al Mahdaly, menegaskan bahwa hanya mencopot pimpinan Bea Cukai Langsa tidak akan cukup. “Kami mendesak agar pejabat yang terlibat tidak hanya dicopot, tetapi juga di-grounded seperti kasus Andhi Pramono, eks Kepala Bea Cukai Makassar, yang akhirnya dijebloskan ke penjara karena tindak pidana korupsi. Tanpa langkah grounding, pergantian hanya menjadi formalitas tanpa efek jera,” ujarnya.

Iklan
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Iklan

Sayed juga menambahkan bahwa lemahnya pengawasan di Bea Cukai Langsa memperlihatkan kegagalan sistemik dalam dunia kepabeanan. Penangkapan hanya berakhir pada level kecil, sementara penyelundupan terus berlangsung secara masif. “Penangkapan seperti menangkap satu pelaku, tetapi melepaskan 15 lainnya. Ini sangat mencederai kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Harapan untuk Reformasi Sistemik

LSM Gadjah Puteh berharap laporan mereka ke “Lapor Mas Wapres” menjadi langkah awal untuk reformasi besar-besaran di Bea Cukai Langsa. Respons cepat yang diterima dari kanal pengaduan tersebut memberikan harapan akan adanya tindakan nyata dari pemerintah pusat untuk menangani kasus ini.

Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

“Reformasi sistemik sangat dibutuhkan, bukan hanya pergantian pejabat. Pemerintah harus menjamin bahwa pengawasan kepabeanan berjalan dengan transparan dan akuntabel,” tutup Sayed.

Melalui desakan ini, LSM Gadjah Puteh kembali mengingatkan pentingnya pengawasan masyarakat terhadap kinerja institusi publik. Pemerintah juga diharapkan bertindak tegas terhadap oknum yang mencederai kepercayaan rakyat, sehingga sistem kepabeanan di Indonesia dapat benar-benar bersih dari praktik korupsi dan penyimpangan.(red)

Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses