Tutup Disini
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Berita

Bea Cukai Harusnya Bertanggung Jawab atas Peredaran Minuman Keras yang Meresahkan

61
×

Bea Cukai Harusnya Bertanggung Jawab atas Peredaran Minuman Keras yang Meresahkan

Sebarkan artikel ini
Seorang santri memegang poster bertuliskan "Jogja Istimewa Tanpa Mirasantika" dalam aksi protes ribuan santri di Yogyakarta menolak peredaran minuman keras
Seorang santri mengangkat poster "Jogja Istimewa Tanpa Mirasantika" dalam aksi unjuk rasa di Yogyakarta, menuntut pengendalian peredaran minuman keras yang diduga memicu insiden kekerasan di wilayah tersebut

AtjehUpdate.com, | Yogyakarta – Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turun ke jalan untuk memprotes maraknya peredaran minuman keras yang diduga menjadi pemicu insiden penusukan dan penganiayaan. Aksi massa ini berlangsung di depan Mapolda DIY pada Selasa, 29 Oktober 2024, dengan tuntutan agar kasus kekerasan yang melibatkan santri segera diusut tuntas dan peredaran minuman keras dikendalikan.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Aditya Surya Darma, menjelaskan kronologi insiden yang berawal dari perselisihan di Jalan Parangtritis. Pada Selasa malam, seorang saksi bernama Bimo bersama rekannya berada di sebuah kafe ketika kelompok E datang. Perselisihan pun terjadi setelah Bimo menyusul E ke sebuah gerai minuman keras di dekat kafe tersebut, yang berlanjut pada perusakan fasilitas kafe dan penganiayaan terhadap Bimo. Beberapa waktu kemudian, aksi balas dendam diduga diprovokasi oleh seseorang berinisial R alias C yang kembali menciptakan keributan di lokasi tersebut.

Iklan
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Iklan

Dampak dari kekacauan ini dirasakan dua santri Pondok Pesantren Al Munawwir, MAM dan SF, yang secara tak terduga menjadi korban amukan massa saat sedang makan di sebuah warung. Akibat penyerangan tersebut, kedua santri mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses