AtjehUpdate.com, | Yogyakarta – Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turun ke jalan untuk memprotes maraknya peredaran minuman keras yang diduga menjadi pemicu insiden penusukan dan penganiayaan. Aksi massa ini berlangsung di depan Mapolda DIY pada Selasa, 29 Oktober 2024, dengan tuntutan agar kasus kekerasan yang melibatkan santri segera diusut tuntas dan peredaran minuman keras dikendalikan.
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Aditya Surya Darma, menjelaskan kronologi insiden yang berawal dari perselisihan di Jalan Parangtritis. Pada Selasa malam, seorang saksi bernama Bimo bersama rekannya berada di sebuah kafe ketika kelompok E datang. Perselisihan pun terjadi setelah Bimo menyusul E ke sebuah gerai minuman keras di dekat kafe tersebut, yang berlanjut pada perusakan fasilitas kafe dan penganiayaan terhadap Bimo. Beberapa waktu kemudian, aksi balas dendam diduga diprovokasi oleh seseorang berinisial R alias C yang kembali menciptakan keributan di lokasi tersebut.
Dampak dari kekacauan ini dirasakan dua santri Pondok Pesantren Al Munawwir, MAM dan SF, yang secara tak terduga menjadi korban amukan massa saat sedang makan di sebuah warung. Akibat penyerangan tersebut, kedua santri mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.





