Adapun barang bukti yang berhasil diamankan warga meliputi lima unit motor gede (moge) mewah berbagai tipe seperti Harley-Davidson Iron 883, Street Glide, Screamin’ Eagle, Dyna Low Rider, serta Yamaha SR asal Thailand, ditambah sejumlah satwa eksotis bernilai tinggi seperti kelinci Patagonia asal Australia, kambing Nigeria, burung Beo, dan ferret (cerpelai). Seluruh barang bukti kini diamankan di Mapolres Aceh Timur untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Namun hingga berita ini ditayangkan, pihak Bea Cukai Langsa belum mengeluarkan pernyataan resmi, sebagaimana juga terjadi dalam kasus sebelumnya di Aceh Tamiang. Saat itu, masyarakat bersama Polres lebih dulu bertindak, sementara aparat kepabeanan lambat merespons, menimbulkan kesan ketidaksiapan atau bahkan pembiaran.
Dengan kembali terulangnya penyelundupan besar di wilayah pengawasan Bea Cukai Langsa, publik patut bertanya: siapa sebenarnya yang bermain di balik layar? Dan sampai kapan negara membiarkan masyarakat bertindak sendiri melawan mafia lintas batas, sementara aparat justru terkesan abai atau bahkan terlibat? (red)





