AtjehUpdate.com, | Aceh Tamiang – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) kabupaten aceh tamiang mendukung langkah pemerintah untuk memblokir platform TikTok di Indonesia. Langkah ini bukan hanya penting untuk menjaga kedaulatan digital, tetapi juga untuk melindungi budaya, moral masyarakat, dan kepentingan ekonomi bangsa dari dampak negatif yang dihasilkan oleh aplikasi tersebut.
” Hal ini sangat penting untuk menjaga kedaulatan digilat kita, melindungi budaya dan moral yang kian tergerus oleh budaya luar serta menjaga stabilitas ekonomi bangsa agar tidak berdampak negatif, ” jelas Muhammad Mabrur ketua ISNU Aceh Tamiang.
Mabrur sapaan akrabnya mengatakan TikTok memang dikenal sebagai platform kreatif yang memberikan ruang untuk ekspresi, namun kita tidak dapat mengabaikan berbagai dampak negatifnya.
hal senada juga disampaikan oleh kader ISNU yang juga berpopresi sebagai praktisi hukum Ajie Lingga, SH, bahwa banyaknya penyebaran konten negatif yang beredar di TikTok tidak mendidik dan bahkan merusak nilai-nilai moral serta budaya bangsa.
lanjut Ajie, Ketergantungan Teknologi Asing Keberadaan TikTok memperkuat dominasi platform asing dan menghambat pertumbuhan aplikasi lokal yang berpotensi. Ancaman Keamanan Data Pengelolaan data pribadi masyarakat Indonesia oleh pihak asing masih menjadi isu yang belum teratasi secara memadai.
” Oleh karena itu, saya mengajak pemerintah untuk tidak hanya mengambil langkah pemblokiran, tetapi juga secara serius mendorong pengembangan aplikasi serupa berbasis teknologi lokal yang dapat menjadi alternatif. Indonesia memiliki talenta yang mumpuni untuk menciptakan platform digital berkualitas yang dapat bersaing secara global dan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat.” kata ajie menjelaskan.


