Tutup Disini
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Kesehatan

Mengungkap Mitos: Busa pada Rebusan Daging, Apakah Berbahaya?

56
×

Mengungkap Mitos: Busa pada Rebusan Daging, Apakah Berbahaya?

Sebarkan artikel ini
Foto rebusan daging dengan busa protein sarkoplastik yang muncul di permukaan
Busa pada rebusan daging berasal dari protein alami, tidak berbahaya, dan tidak mengurangi gizi

AtjehUpdate.com, – Banyak orang salah kaprah dengan busa yang muncul saat proses perebusan daging. Busa ini sering dianggap sebagai tanda bahwa daging kotor atau mengandung darah yang tersisa. Namun, pemahaman ini ternyata keliru.

Apa Itu Busa pada Rebusan Daging?

Iklan
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Iklan

Busa yang muncul saat daging direbus berasal dari Protein Sarkoplastik dan Mioglobin, yaitu protein larut air yang terlepas selama proses pemanasan. Mioglobin merupakan zat warna alami pada daging, bukan darah. Protein ini berubah menjadi padat pada suhu sekitar 40-60 derajat Celcius dan mengalami penggumpalan di suhu 90 derajat Celcius. Jadi, keluarnya busa ini merupakan bagian dari proses alami pemasakan dan tidak mengurangi gizi daging tersebut.

Apakah Busa Ini Berbahaya?

Jawabannya tidak. Menurut Washington State Department of Health, bakteri patogen pada daging akan mati selama perebusan pada suhu tinggi, sehingga busa ini bukan tanda adanya kotoran atau bakteri berbahaya. CDC juga menyarankan memasak daging hingga suhu internal yang tepat untuk memastikan keamanan pangan, misalnya pada suhu 145°F untuk daging sapi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses