Bukannya Mendapat Penjelasan atas Kerugian Dagangan, Pedagang Justru Diminta Membawa Makanan ke Wali Kota untuk Dibeli
AtjehUpdate.com,- LANGSA | Kebijakan Pemerintah Kota Langsa yang mendadak memberlakukan pembelajaran secara daring mulai Senin (19/10/2026), menyusul kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menuai keluhan dari sejumlah masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada aktivitas sekolah.
Salah satunya datang dari pedagang kantin sekolah yang mengaku mengalami kerugian karena telah mempersiapkan makanan untuk dijual kepada para siswa, tetapi kegiatan belajar tatap muka tiba-tiba ditiadakan.
Namun, yang menjadi perhatian bukan semata-mata kebijakan pembelajaran daring tersebut, melainkan respons akun TikTok bernama Jeffry Sentana terhadap keluhan seorang pedagang kantin.
Dalam tangkapan layar percakapan yang beredar, akun tersebut memberikan jawaban singkat yang dapat ditafsirkan sebagai bentuk tawaran membeli dagangan, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai kepekaan pemerintah terhadap persoalan ekonomi masyarakat kecil.
Keluhan Pedagang Kantin yang Kehilangan Pendapatan
Persoalan bermula ketika seorang pengguna TikTok dengan nama akun phia menyampaikan keluhannya terkait kebijakan belajar daring yang dinilai tidak disosialisasikan lebih awal kepada masyarakat, khususnya pedagang kantin sekolah.
Pedagang tersebut mengaku sudah mempersiapkan makanan untuk dijual sebagaimana aktivitas sekolah pada hari-hari biasa. Namun, karena kebijakan belajar daring diberlakukan secara mendadak, makanan yang telah disiapkan tidak dapat dipasarkan sebagaimana mestinya.
“mohon maaf pak. kebijakan BPK terkait sekolah daring yg tidak ada pemberitahuan sebelum nya membuat kami2 yg berusaha di kantin2 sekolah, hari ini bisa dibilang mengalami kerugian pak. makanan yg kami buat untuk dijual ngak tau harus dibawa kemana. kalau bisa kedepan nya jng mendadak seperti ini pak,” tulis akun tersebut sebagaimana terlihat dalam tangkapan layar.





