Tutup Disini
ⓘ Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Aceh

Pedagang Kantin Sekolah Keluhkan Kerugian Akibat Kebijakan Daring Mendadak, Jawaban Wali Kota Langsa di TikTok Nyeleneh

1
×

Pedagang Kantin Sekolah Keluhkan Kerugian Akibat Kebijakan Daring Mendadak, Jawaban Wali Kota Langsa di TikTok Nyeleneh

Sebarkan artikel ini
Pedagang kantin sekolah di Kota Langsa mengeluhkan kerugian akibat kebijakan pembelajaran daring mendadak, sementara respons akun TikTok Wali Kota Jeffry Sentana menjadi sorotan publik.
Kebijakan pembelajaran daring mendadak di Kota Langsa pada 19 Oktober 2026 memicu keluhan pedagang kantin sekolah yang mengalami kerugian. Respons akun TikTok Jeffry Sentana terhadap keluhan tersebut turut menjadi perhatian publik.

Keluhan itu disampaikan dengan bahasa yang sopan, bahkan disertai permohonan maaf dan emoji tangan memohon.

Pedagang tersebut tidak mempersoalkan perlunya perlindungan kesehatan siswa dari ancaman kabut asap. Yang disesalkan adalah pemberitahuan mendadak yang membuat pelaku usaha kecil tidak memiliki kesempatan menyesuaikan kegiatan usahanya.

Iklan
ⓘ Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Iklan

Bagi pedagang kantin, makanan yang telah dimasak bukan sekadar barang dagangan. Di dalamnya terdapat modal belanja, biaya produksi, tenaga, waktu, dan harapan memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Jawaban Singkat Wali Kota Menjadi Sorotan

Alih-alih memberikan penjelasan mengenai alasan pemberitahuan mendadak ataupun kemungkinan solusi bagi pedagang terdampak, akun TikTok Jeffry Sentana yang dalam tangkapan layar ditandai sebagai pemilik unggahan memberikan jawaban:
“Bawa Kmri aja Biar Sy Beli..”

ⓘ Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

Respons tersebut kemudian mendapat sejumlah reaksi dari pengguna TikTok lainnya, termasuk komentar berupa emoji tertawa.

Jawaban itu dapat dibaca sebagai tawaran pribadi untuk membeli makanan pedagang. Namun, dalam konteks keluhan mengenai dampak kebijakan pemerintah terhadap penghidupan masyarakat, respons tersebut juga berpotensi dipersepsikan sebagai jawaban yang kurang menjawab persoalan pokok.

Sebab, yang dipersoalkan pedagang bukan sekadar bagaimana menjual makanan pada hari itu, melainkan bagaimana pemerintah mengomunikasikan kebijakan yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.(DM/red)

ⓘ Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses