AtjehUpdate.com,- Langsa | Kecenderungan sejumlah kepala Dinas di Kota Langsa yang lebih memilih membeli barang dan jasa dari luar daerah dalam pengadaan proyek pemerintah, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha lokal. Hal ini dinilai berdampak langsung terhadap kelangsungan hidup berbagai usaha warga Langsa, terutama di sektor mebel (mobileur), toko elektronik, dan komputer.
Beberapa pelaku usaha mengaku sudah merasakan dampaknya dalam dua tahun terakhir. Penurunan omset secara drastis membuat banyak toko terpaksa menutup usaha, bahkan sebagian sudah gulung tikar.
“Sejak pengadaan pemerintah tidak lagi mengandalkan pelaku usaha lokal, penjualan kami menurun tajam. Dulu saat ada proyek pengadaan meja, kursi, atau perangkat komputer, kami masih bisa ikut bersaing. Sekarang semuanya diborong dari luar,” ujar Sulaiman, pemilik toko mebel di kawasan Pekan Langsa..





