Hal senada diungkapkan oleh Farhan, pengelola toko elektronik di pusat kota Langsa. Ia menyayangkan sikap pejabat yang tidak berpihak pada produk lokal. “Padahal kualitas barang dari Langsa tidak kalah dengan luar kota. Tapi sepertinya ada anggapan bahwa barang luar selalu lebih baik. Ini sangat merugikan kami,” tegasnya.
Pelaku usaha menilai praktik ini akan memperlemah ekonomi daerah dalam jangka panjang. “Ketika belanja pemerintah tidak berpihak pada pelaku usaha lokal, maka uang daerah justru mengalir keluar. Ini bukan hanya melemahkan UMKM, tapi juga menghambat pertumbuhan ekonomi Langsa secara keseluruhan,”.
Karenanya, mereka mendesak agar pemerintah kota segera menyusun kebijakan pengadaan yang lebih berpihak pada produk dan jasa lokal. “Sudah saatnya ada keberpihakan yang jelas, apalagi di tengah situasi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya pascapandemi,” . (Red)





