Tutup Disini
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Aceh

LBH Kantara: Pengusaha HGU Jangan Asal Lepas Tanah, Waspadai Penumpang Gelap di Balik Dalih Bencana

29
×

LBH Kantara: Pengusaha HGU Jangan Asal Lepas Tanah, Waspadai Penumpang Gelap di Balik Dalih Bencana

Sebarkan artikel ini
Direktur LBH Kantara Ajie Lingga SH atau Advokat Pirang saat memberikan keterangan pers tegas mengenai pelepasan lahan HGU untuk Huntara dan Huntap di Aceh Tamiang agar sesuai prosedur hukum.
Direktur LBH Kantara, Ajie Lingga SH (Advokat Pirang), mewanti-wanti pengusaha HGU agar tidak gegabah melepas tanah untuk Huntara/Huntap tanpa kajian teknis yang jelas. Waspadai oknum "penumpang gelap" yang memanfaatkan dalih bencana untuk keuntungan pribadi (aji mumpung). Pemkab juga diminta memprioritaskan penggunaan aset tanah daerah sendiri sebelum membidik lahan swasta. Simak pernyataan lengkapnya.

AtjehUpdate.com., ACEH TAMIANG – Direktur Lembaga Bantuan Hukum Kajian Advokasi dan Tata Regulasi (LBH KANTARA), Ajie Lingga, SH, angkat bicara merespons wacana penggunaan lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik perusahaan untuk lokasi Hunian Sementara (Huntara) maupun Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana.

Pria yang akrab disapa “Advokat Pirang” ini mewanti-wanti para pemilik HGU agar tidak serta-merta melepaskan hak atas tanah mereka hanya karena desakan alasan darurat bencana tanpa memegang kajian teknis yang rigid (kaku/jelas) dan transparan.

Iklan
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Iklan

​Menurut Ajie, meskipun membantu korban bencana adalah kewajiban moral dan kemanusiaan, namun aspek legalitas dan proporsionalitas penggunaan lahan tidak boleh dikesampingkan begitu saja agar tidak menjadi bom waktu atau masalah hukum di kemudian hari.

Ia mengingatkan para pengusaha untuk kritis melihat data kebutuhan lahan; jangan sampai kebutuhan riil di lapangan untuk relokasi warga sebenarnya hanya satu hektar, namun permintaan pelepasan lahan yang diajukan justru membengkak hingga enam hektar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses