Pihak SPPG MBG Paya Bujok Tunong II sebagai pelaksana melalui Ka SPPG, Saidina Akbar yang coba dikonfirmasi terkait kasus buah busuk tersebut menyampaikan, “kami selalu melakukan pengecekan bahan sebelum didistribusikan. Untuk buah seperti salak, kondisi bagian dalam memang tidak selalu dapat diketahui dari luar. Namun demikian, jika ditemukan buah yang tidak layak konsumsi, prosedur kami adalah langsung melakukan penggantian”,.
Akbar juga pastikan ia tidak menutup mata dengan kejadian ini hingga menimbulkan persepsi beragam di masyarakat.
Terpisah, kasus ini bukanlah yang pertama terjadi, namun sudah berulang kali dialami oleh siswa sekolah lain, dan masyarakat berharap ada langkah cepat dan tegas agar program Makanan Bergizi Gratis benar-benar memenuhi standar kelayakan dan keamanan pangan, khususnya bagi siswa-siswi di lingkungan sekolah.(red)





