AtjehUpdate.com,- Langsa | Seorang anak berkebutuhan khusus di Kota Langsa, Aceh, Fadil (17), mengalami pemasungan dan perantaian oleh orang tuanya selama lebih dari empat tahun terakhir. Fakta memilukan ini terungkap dari pengakuan sang ibu kepada warga dan awak media, yang menyebutkan tindakan tersebut dilakukan karena keterbatasan keluarga dalam menangani kondisi kesehatan dan perilaku anaknya.
Menurut keterangan ibu korban, Fadil mengalami gangguan perkembangan sejak bayi serta menderita epilepsi yang kerap memicu kejang mendadak. Dalam keseharian, perilaku M.F. disebut kerap tidak terkontrol, termasuk buang air di tempat makan, sehingga keluarga mengaku kesulitan memberikan pengawasan penuh tanpa pendampingan medis dan sosial.
“Kami sudah berusaha semampu kami. Tapi kondisinya sering kambuh dan kejang tiba-tiba. Kami tidak tahu harus minta bantuan ke mana,” ujar sang ibu kepada Sayed Zahirsyah, Direktur LSM Gadjah Puteh, di hadapan sejumlah awak media saat kunjungan ke rumahnya di Gampong Sungai Pauh Induk, Senin (02/02/2026).
Informasi yang dihimpun, Fadil. tinggal di kawasan Sungai Paoh, Kota Langsa. Warga sekitar mengaku prihatin atas kondisi yang dialami remaja tersebut dan berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan penanganan yang lebih manusiawi dan sesuai standar perlindungan anak.
Menindaklanjuti temuan ini, LSM Gadjah Puteh bersama Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Langsa melakukan kunjungan langsung ke kediaman keluarga korban untuk melakukan asesmen awal serta merumuskan langkah penanganan terpadu.
Kepala Dinas Sosial Kota Langsa, Sopian Hamid, mengatakan pihaknya akan memberikan bantuan maksimal kepada keluarga korban, termasuk melalui program bantuan sosial dan Program Keluarga Harapan (PKH). Namun, pendataan dan verifikasi profil keluarga akan dilakukan terlebih dahulu.





