Tutup Disini
ⓘ Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Aceh

25 Tahun Kota Langsa, Sudah Saatnya Kekuasaan Belajar Mendengar Kritik

0
×

25 Tahun Kota Langsa, Sudah Saatnya Kekuasaan Belajar Mendengar Kritik

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi HUT ke-25 Kota Langsa dengan kritik LSM Gadjah Puteh terhadap tata kelola pemerintahan, pembangunan, kesejahteraan rakyat, dan pentingnya pemimpin mendengar kritik masyarakat.
Dirgahayu Kota Langsa ke-25! LSM Gadjah Puteh mengajak pemerintah melakukan introspeksi dan evaluasi terhadap kinerja birokrasi, pembangunan, pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat. Kekuasaan bukan untuk dipuja, melainkan untuk melayani rakyat.

AtjehUpdate.com,- LANGSA | Gadjah Puteh mengingatkan bahwa kritik terhadap pemerintah bukanlah bentuk kebencian terhadap kepala daerah ataupun upaya menghambat pembangunan.

Sebaliknya, kritik merupakan bagian dari kontrol sosial yang diperlukan agar kekuasaan tidak kehilangan kepekaan terhadap kepentingan masyarakat.

Iklan
ⓘ Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Iklan

Pemimpin yang memiliki kedewasaan politik seharusnya mampu membedakan kritik konstruktif dengan serangan pribadi.
“Jangan setiap kritik dianggap sebagai permusuhan. Jangan setiap suara berbeda dipandang sebagai ancaman. Sebab, seorang kepala daerah dipilih untuk memimpin seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tidak memilihnya dan mereka yang mengkritik kebijakannya,” ujar Sayed Zahirsyah Almahdaly, Direktur Eksekutif Gadjah Puteh, Sabtu (18/10/2026).

Kota Langsa tidak akan menjadi lebih baik apabila ruang kritik semakin sempit dan pejabat lebih sibuk mempertahankan citra dibandingkan memperbaiki kinerja.
“Kekuasaan yang besar tanpa kesediaan mendengar hanya akan melahirkan jarak antara pemimpin dan rakyat. Padahal, jabatan wali kota bukanlah mahkota yang harus dipuja, melainkan amanah yang setiap saat harus dipertanggungjawabkan,”.

Gadjah Puteh: Kami Tidak Sedang Merayakan Kegagalan, Kami Sedang Mengingatkan Tanggung Jawab

ⓘ Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

Sayed menegaskan bahwa pernyataan kritis Gadjah Puteh dalam momentum HUT ke-26 Kota Langsa bukan dimaksudkan untuk merendahkan daerah ataupun meniadakan berbagai upaya positif yang telah dilakukan pemerintah.

Sebaliknya, pernyataan tersebut merupakan bentuk kecintaan terhadap Kota Langsa sekaligus solidaritas kepada masyarakat yang mengharapkan perubahan nyata.
Gadjah Puteh berharap Wali Kota Langsa menjadikan momentum hari jadi kota sebagai kesempatan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintahan.

Evaluasi tersebut terutama menyangkut stabilitas birokrasi, percepatan pembangunan, transparansi penggunaan anggaran, peningkatan pelayanan publik, serta penanganan persoalan sosial masyarakat.
“Kami tidak ingin Kota Langsa gagal. Kami justru sangat menginginkan kota ini maju, bermartabat, sejahtera, dan memiliki pemerintahan yang mampu memberikan rasa keadilan kepada seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Namun, menurut Sayed, kecintaan terhadap daerah tidak harus selalu diwujudkan melalui pujian.
Adakalanya kecintaan justru harus disampaikan melalui kritik yang keras, terutama ketika terdapat kebijakan dan praktik pemerintahan yang dinilai perlu diperbaiki.

Selamat Ulang Tahun, Langsa! Semoga Rakyat Tidak Lagi Hanya Kebagian Janji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses