Menutup pernyataannya, Sayed Zahirsyah menyampaikan pesan satire sekaligus refleksi kepada Pemerintah Kota Langsa.
“Selamat ulang tahun ke-26, Kota Langsa. Kami ingin memberikan kado istimewa kepada pemerintah, tetapi rasanya tidak ada hadiah yang lebih pantas selain sebuah cermin besar agar para pemegang kekuasaan dapat melihat kembali wajah pemerintahannya sendiri.”
“Lihatlah ke dalam cermin itu. Apakah rakyat sudah sejahtera? Apakah birokrasi sudah sehat? Apakah pembangunan sudah berjalan sesuai harapan? Apakah warga miskin sudah mendapatkan perhatian? Dan apakah kekuasaan hari ini benar-benar digunakan untuk melayani atau justru lebih banyak menuntut untuk dihormati?”
Ia melanjutkan:
“Jika semua pertanyaan itu belum mampu dijawab dengan kenyataan yang membanggakan, maka tidak perlu terlalu cepat bertepuk tangan merayakan keberhasilan. Sebab, ulang tahun sebuah kota bukanlah perayaan kemenangan penguasa, melainkan momentum mempertanggungjawabkan perjalanan pembangunan kepada rakyatnya.”
Gadjah Puteh berharap pada usia ke-25, Kota Langsa tidak hanya bertambah tua secara administratif, tetapi juga semakin dewasa dalam menjalankan pemerintahan, semakin adil dalam pembangunan, dan semakin manusiawi dalam memperlakukan masyarakat.
“Kami tidak meminta Kota Langsa menjadi surga dalam semalam. Kami hanya berharap rakyatnya tidak terus-menerus diminta bersabar atas persoalan yang semestinya dapat diselesaikan oleh pemerintah.”
“Dan kepada Wali Kota Langsa, ingatlah bahwa sejarah tidak akan mencatat seberapa megah pesta ulang tahun yang pernah diselenggarakan, tetapi akan mencatat apa yang telah dilakukan seorang pemimpin terhadap rakyat ketika kekuasaan berada di tangannya.” kata Sayed.
Sebagai penutup, Gadjah Puteh menyampaikan pesan:
“DIRGAHAYU KOTA LANGSA KE-25!”
“Semoga yang bertambah bukan hanya usia kota dan panjangnya daftar janji, tetapi juga kesejahteraan rakyat, kualitas pelayanan, serta kedewasaan para pemegang kekuasaan.”
“Sebab, Kota Langsa bukan milik seorang wali kota, bukan milik kelompok politik tertentu, dan bukan pula milik lingkaran kekuasaan. KOTA LANGSA ADALAH MILIK SELURUH RAKYATNYA!”.(red)





