AtjehUpdate.com,- Kualasimpang | Krisis air bersih kembali dikeluhkan warga Kabupaten Aceh Tamiang. Aliran air Perumdam Tirta Tamiang dilaporkan tidak mengalir selama tiga hari terakhir, sehingga mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai keseriusan pemerintah daerah dalam membenahi pelayanan air bersih, terlebih setelah infrastruktur PDAM mengalami kerusakan berat akibat banjir pada akhir November 2025.
Sorotan juga tertuju pada informasi rencana pembangunan dan perbaikan kantor plus helipad di kawasan Kantor Bupati Aceh Tamiang yang disebut bernilai Rp34 miliar. Nilai dan peruntukan anggaran tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui dokumen resmi pemerintah, Sabtu (18/10/2026).
Di tengah kesulitan warga mendapatkan air bersih, publik mempertanyakan skala prioritas pembangunan daerah dan peluang pengalokasian anggaran untuk memperbaiki infrastruktur air minum secara menyeluruh.
Persoalan ini sebelumnya telah mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto dalam rapat penanganan pascabencana pada 1 Januari 2026. Pemerintah pusat juga disebut telah memberikan dukungan berupa dua unit generator untuk membantu operasional instalasi air.





