Tutup Disini
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Hukum & Kriminal

Bareskrim Kembali Bongkar Impor Ilegal, Gadjah Puteh Minta Dirjen Bea Cukai Tegas Benahi Internal

1
×

Bareskrim Kembali Bongkar Impor Ilegal, Gadjah Puteh Minta Dirjen Bea Cukai Tegas Benahi Internal

Sebarkan artikel ini
Petugas Bareskrim menyita puluhan ton bawang impor ilegal di gudang Pontianak sebagai bukti pengungkapan kasus penyelundupan
Pengungkapan beruntun impor ilegal oleh Bareskrim dinilai Gadjah Puteh sebagai indikasi adanya jaringan besar dan lemahnya pengawasan internal

AtjehUpdate.com., Jakarta – Gadjah Puteh menyoroti rangkaian pengungkapan kasus penyelundupan impor ilegal yang kembali dibongkar oleh Bareskrim Polri dalam waktu berdekatan. Mulai dari penyitaan ribuan handphone impor ilegal di Jakarta hingga puluhan ton komoditas pangan ilegal di Pontianak, menunjukkan bahwa praktik ini bukan kejadian tunggal, melainkan pola yang berulang.

Direktur Eksekutif Gadjah Puteh, Said Zahirsyah, menilai pengungkapan beruntun ini justru menguatkan dugaan adanya jaringan besar yang bekerja secara sistematis.

Iklan
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Iklan

“Ketika dalam waktu singkat Bareskrim kembali menemukan kasus impor ilegal dalam skala besar, publik tidak bisa lagi melihat ini sebagai kejadian sporadis. Ini indikasi kuat adanya sistem yang berjalan, ada aktor intelektual, ada jaringan distribusi, dan sangat mungkin ada aliran uang yang terorganisir,” tegasnya.

Menurut Gadjah Puteh, skala barang yang disita baik ribuan unit elektronik maupun puluhan ton komoditas pangan tidak mungkin bergerak tanpa koordinasi matang dari hulu ke hilir. Mulai dari jalur masuk, penyimpanan, hingga distribusi, semua mengindikasikan adanya pengendali yang tidak tersentuh.

Gadjah Puteh juga menekankan bahwa kasus seperti ini tidak bisa dilepaskan dari fungsi pengawasan yang secara hukum berada dalam kewenangan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Jika praktik impor ilegal ini terjadi berulang, maka perlu dipertanyakan secara serius apakah ada kelemahan sistem, kelalaian, atau bahkan dugaan keterlibatan oknum dalam rantai tersebut.

Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

“Kalau ini bukan kejadian pertama, maka pertanyaannya sederhana: kenapa bisa berulang? Di mana pengawasannya? Apakah ada pembiaran, atau justru ada pihak yang ikut menikmati?” lanjut Said.

Gadjah Puteh mendesak Bareskrim untuk tidak berhenti pada penindakan teknis berupa penyitaan barang dan penangkapan pelaku lapangan. Penegakan hukum harus ditingkatkan ke level yang lebih strategis dengan menelusuri Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), termasuk membongkar aliran dana, jaringan bisnis, serta pihak-pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik praktik tersebut.

“Yang dibutuhkan hari ini bukan sekadar operasi tangkap dan sita. Yang dibutuhkan adalah pembongkaran total. Siapa pemodalnya, siapa pengendalinya, ke mana aliran uangnya, dan siapa saja yang selama ini diduga membuat impor ilegal ini bisa terus terjadi,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses