Tutup Disini
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Berita

Jalan Nasional Dipoles, Jalan Desa Jangan Dibiarkan Terus Rusak: LBH Kantara Minta AHY dan Kementerian PU Pulihkan Infrastruktur Hingga Tingkat Desa

44
×

Jalan Nasional Dipoles, Jalan Desa Jangan Dibiarkan Terus Rusak: LBH Kantara Minta AHY dan Kementerian PU Pulihkan Infrastruktur Hingga Tingkat Desa

Sebarkan artikel ini
Kondisi jalan rusak berlubang dan berlumpur di Aceh Tamiang pascabencana banjir, warga melintas di jalan desa yang rusak, LBH Kantara desak Kemenko Infrastruktur dan Kementerian PU pulihkan jalan desa dan kecamatan
LBH Kantara menilai pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang tidak boleh hanya berfokus pada jalan nasional, karena jalan desa dan kecamatan mengalami kerusakan parah dan menjadi akses utama distribusi bantuan serta aktivitas ekonomi masyarakat

AtjehUpdate.com., Aceh Tamiang | 30 Desember 2025 – LBH Kantara mengapresiasi langkah cepat Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang menerapkan sistem kerja 24 jam untuk memulihkan akses jalan nasional pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Namun demikian, LBH Kantara menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada jalan nasional semata.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kerusakan justru paling parah terjadi pada jalan-jalan daerah hingga ke tingkat desa dan kecamatan. Akses inilah yang menjadi urat nadi distribusi bantuan kemanusiaan, logistik, layanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi masyarakat dari hilir hingga ke hulu Aceh Tamiang.

Iklan
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Iklan

Berdasarkan pantauan langsung tim LBH Kantara, kondisi jalan di wilayah hilir Kecamatan Seruway dan Sungai Yu, hingga ke hulu Kecamatan Tenggulun, Tamiang Hulu, dan Bandar Pusaka, seluruhnya mengalami kerusakan serius. Jalan berlubang, terkelupas, dan berlumpur menyebabkan akses bantuan tersendat, bahkan nyaris terputus di beberapa titik. Ironisnya, hampir tidak ditemukan satu pun ruas jalan daerah yang benar-benar layak dilalui.

Yang lebih memprihatinkan, LBH Kantara menemukan kejanggalan di Kecamatan Seruway wilayah yang secara faktual terdampak lebih ringan dibanding kecamatan lain namun kondisi jalannya justru rusak parah di hampir seluruh ruas. Anehnya, di tengah kondisi jalan yang berlubang dan belum diperbaiki, justru dilakukan pekerjaan marka jalan berupa pengecatan garis lurus putih di tengah badan jalan. Ini adalah kebijakan yang tidak masuk akal dan mencerminkan kegagalan dalam penetapan skala prioritas penanganan pascabencana.

Seharusnya, perbaikan struktur dan badan jalan menjadi fokus utama, bukan sekadar kosmetik visual yang sama sekali tidak menyelesaikan persoalan keselamatan dan aksesibilitas masyarakat.

Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses