Selain itu, pada saat penangkapan ikut diamankan kendaraan roda empat jenis Mitsubishi L300. Kendaraan ini juga harus ditelusuri siapa pemiliknya, supaya kasus rokok ilegal semakin jelas dan terang siapa pelaku utamanya yang menjadi aktor intelektual yang telah mengakibatkan kerugian negara milyaran rupiah.
Situasi ini memicu pertanyaan publik terkait efektivitas dan integritas proses penyidikan yang dilakukan oleh Bea Cukai Langsa. Mengapa hingga kini bea cukai dan kejaksaan belum mampu mengungkap lebih dalam kasus rokok ilegal ini, jangan sampai ada tebang pilih dan perlakuan khusus jika terduga pelaku ternyata adalah adalah tokoh masyarakat, tokoh politik dan oknum APH.
Pertanyaannya saat ini adalah, langkah apa yang akan diambil oleh Bea Cukai Langsa? Apakah mereka akan membiarkan proses ini terhenti, ataukah segera melibatkan pihak yang lebih berwenang untuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat, termasuk oknum yang diduga terkait dapat dihadirkan di hadapan hukum? Desakan agar Bea Cukai Langsa segera melibatkan Kejaksaan dan Kepolisian semakin menguat. Tidak hanya untuk memastikan keadilan ditegakkan, tetapi juga untuk menjaga kredibilitas penegakan hukum di Aceh. Jika penyidik Bea Cukai tidak segera mengambil langkah tegas, maka besar kemungkinan kasus ini akan terus menemui jalan buntu, meninggalkan pertanyaan besar mengenai keberpihakan hukum terhadap kekuatan politik dan aparat lokal.(red)





