AtjehUpdate.com,- Kualasimpang | Instalasi Pengolahan Air (IPA) Karang Baru milik Perumda Tirta Tamiang berhenti beroperasi akibat kanal intake tertutup endapan lumpur setebal tiga meter. Kondisi ini menyebabkan pasokan air bersih kepada pelanggan di wilayah Karang Baru dan sekitarnya terganggu selama tiga hari terakhir.
Kasubag Perencana Teknik Perumda Tirta Tamiang, Ardina Bara Syahputra, mengatakan sedimentasi terjadi setelah banjir melanda kawasan tersebut sekitar sepekan lalu. Endapan lumpur yang menumpuk saat air sungai surut menghambat aliran air menuju instalasi pengolahan.
“Lumpur setebal tiga meter membuat air sungai tidak bisa masuk ke intake. Akibatnya, produksi air bersih sudah terhenti selama tiga hari,” kata Ardina di lokasi kanal intake IPA Karang Baru, Minggu (18/10/2026).
Untuk mengatasi kondisi tersebut, dua unit alat berat jenis ekskavator telah dikerahkan ke lokasi. Satu unit berasal dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan satu unit lainnya dari PT Adhi Karya.
Namun, jumlah alat berat tersebut dinilai belum mencukupi untuk mengeruk endapan lumpur yang luas dan tebal. Perumda Tirta Tamiang pun meminta Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) menambah armada ekskavator guna mempercepat pemulihan kanal intake.





