Gadjah Puteh menilai seluruh pihak yang memiliki tanggung jawab operasional maupun pengawasan dalam kegiatan tersebut perlu dimintai keterangan agar penyebab kejadian dapat diketahui secara utuh dan menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan di masa mendatang.
Said juga mengingatkan bahwa pejabat yang memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan bawahannya tidak cukup hanya menyampaikan belasungkawa apabila terjadi musibah.
“Ucapan belasungkawa tentu penting sebagai bentuk empati. Namun yang jauh lebih penting adalah adanya tanggung jawab nyata untuk memastikan penyebab kejadian diungkap secara terbuka, melakukan evaluasi menyeluruh, memperbaiki sistem keselamatan, serta memberikan pertanggungjawaban apabila nantinya terbukti terdapat kelalaian. Jangan sampai setiap kali ada petugas gugur saat menjalankan tugas, yang muncul hanya ucapan duka tanpa diikuti perbaikan sistem yang mampu melindungi personel di lapangan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keselamatan personel harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam setiap operasi, baik kegiatan pengawasan, penindakan, pemeriksaan, maupun aktivitas lain yang memiliki tingkat risiko tinggi.
“Nyawa seorang petugas negara tidak ternilai harganya. Tidak boleh ada satu pun anggota yang kehilangan nyawa karena lemahnya mitigasi risiko atau pengabaian terhadap standar keselamatan. Desakan ini kami sampaikan bukan untuk mencari kambing hitam, melainkan agar peristiwa serupa tidak kembali memakan korban di kemudian hari,” ujarnya.
Gadjah Puteh berharap hasil investigasi nantinya dapat disampaikan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas sekaligus menjadi dasar penyempurnaan standar keselamatan kerja di lingkungan kepelabuhanan, kepabeanan, dan seluruh kegiatan yang melibatkan aparat negara dalam penugasan berisiko tinggi.
Insiden tersebut terjadi saat pelaksanaan kegiatan final draft MV Himala di kawasan Pelabuhan Tanjung Buton, Kabupaten Siak, Riau. Peristiwa itu menyebabkan seorang petugas Bea Cukai gugur dalam penugasan, sementara beberapa korban lainnya sempat dilaporkan meninggal dunia, hilang, dan selamat. Hingga kini, kami belum melihat proses penanganan dan investigasi oleh pihak berwenang.(red)

