Dalam pertemuan tersebut, tim PMO juga membahas mekanisme pendataan, klarifikasi, dan verifikasi calon peserta pelatihan dari masing-masing KDKMP.
Proses tersebut diperlukan untuk memastikan kesiapan peserta sekaligus mendukung kelancaran penyelenggaraan pelatihan yang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat.
Dengan pendataan yang akurat, pelaksanaan program diharapkan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan pengembangan kelembagaan koperasi.
PMO Berperan Strategis dalam Pendampingan KDKMP
Selain membahas persiapan pelatihan, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperjelas peran, fungsi, serta mekanisme kerja PMO dalam mendukung pengembangan dan operasional KDKMP.
PMO memiliki peran penting dalam membantu proses perencanaan, koordinasi, pengendalian, pemantauan, evaluasi, hingga pendampingan pelaksanaan berbagai program koperasi.
Melalui pendekatan manajemen yang terstruktur, PMO diharapkan mampu memastikan setiap tahapan pengembangan koperasi berjalan secara efektif, terukur, dan selaras dengan tujuan program pemerintah.
Dalam pelaksanaannya, fungsi pendampingan PMO mencakup dukungan terhadap penyusunan rencana kerja, pengembangan peta jalan (roadmap) usaha koperasi, pemantauan pelaksanaan kegiatan, serta identifikasi berbagai kendala dan risiko yang berpotensi menghambat pencapaian target.
PMO juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan, meningkatkan kualitas sistem pelaporan, serta mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung administrasi dan operasional koperasi.
Keberadaan PMO menjadi semakin penting mengingat pengembangan KDKMP tidak hanya berkaitan dengan pembangunan sarana fisik, tetapi juga kesiapan organisasi, kualitas pengurus, sistem manajemen, serta keberlanjutan usaha koperasi.(dam)





