AtjehUpdate.com., Sibolga | Sumut – Arjuna Tamaraya (21), pemuda asal Desa Bunga, Kecamatan Salang, Kabupaten Simeulue, tewas setelah dikeroyok oleh sekelompok orang di lingkungan Masjid Agung Sibolga, Tapanuli Tengah, pada Sabtu dini hari (1/11/2025). Kejadian ini viral dan memicu duka mendalam sekaligus kemarahan publik.
Arjuna yang baru kembali dari melaut diketahui sempat menyantap nasi goreng di pelataran masjid dan meminta izin kepada penjual nasi goreng untuk beristirahat di dalam masjid. Tidak lama berselang, seorang penjual sate menegur Arjuna agar tidak tidur di dalam masjid. Karena diduga sangat kelelahan, teguran tersebut tidak dihiraukan. Pelaku kemudian memanggil empat rekannya dan melakukan pengeroyokan secara brutal. Korban mengalami luka serius di bagian kepala. Disebutkan, terdapat gumpalan darah akibat pukulan keras, termasuk diduga menggunakan batok kelapa. Arjuna meninggal dunia di lokasi. Jenazah telah disemayamkan di Sibolga. Korban merupakan anak kedua dari empat bersaudara seorang yatim, dengan ibu tinggal di Simeulue dan adik yang sedang menempuh pendidikan di Banda Aceh.
Pihak kepolisian telah mengamankan sedikitnya empat terduga pelaku. Dua di antaranya, ZP alias A (57) dan HB alias K (46), ditangkap pada Jumat di sekitar lokasi kejadian, sementara SS (40) ditangkap keesokan harinya di Jalan Lintas Sibolga–Padang Sidempuan KM 13 saat mencoba melarikan diri. Total pelaku yang disebut terlibat berjumlah lima orang. Polisi menyampaikan konferensi pers akan digelar dalam waktu dekat.
LSM Gadjah Puteh mengecam keras insiden tidak beradab tersebut. Dalam pernyataannya, Gadjah Puteh menyebut peristiwa ini sebagai tamparan bagi umat Islam dan mencerminkan hilangnya akhlak mulia yang selama ini menjadi identitas dan ajaran agama.





