Menurutnya, ORARI Aceh Tamiang telah menyiagakan posko pemantauan di wilayah rawan bencana, meliputi Kecamatan Tamiang Hulu, Tenggulun, dan Bandar Pusaka.
Ke depan, jaringan pemantauan akan diperluas hingga kawasan pesisir, seperti Seruway, Bendahara, dan Banda Mulia, guna mempercepat penyampaian informasi kondisi lapangan dari hulu hingga hilir.
“Dengan sarana sederhana, komunikasi radio terbukti mampu membantu penyampaian informasi secara cepat saat kondisi darurat,” ujar Saiful.
Ia berharap kepengurusan baru mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga kebencanaan, dan masyarakat dalam memperkuat sistem komunikasi darurat.
“Tanpa dukungan seluruh anggota, saya tidak bisa berjalan sendiri. Mari bersama-sama membesarkan ORARI dan menjadikannya organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Salam 73, cinta damai,” pungkasnya. (red





