Tutup Disini
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Administrasi Negara

Usai Dilantik, Gadjah Puteh Ingatkan Sekjen Kemenkeu Baru: Jangan Campuri Lagi Urusan Bea Cukai

20
×

Usai Dilantik, Gadjah Puteh Ingatkan Sekjen Kemenkeu Baru: Jangan Campuri Lagi Urusan Bea Cukai

Sebarkan artikel ini
Direktur Eksekutif Gadjah Puteh Said Zahirsyah memberikan pernyataan terkait pelantikan Sekjen Kemenkeu baru dan desakan agar tidak mencampuri urusan Bea Cukai
Gadjah Puteh ingatkan Sekjen Kemenkeu baru agar tidak mencampuri urusan Bea Cukai dan memberi ruang penuh bagi Dirjen melakukan pembenahan institusi

AtjehUpdate.com., Jakarta | 28 Maret 2026 – LSM Gadjah Puteh menyampaikan apresiasi atas pelantikan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan yang baru sebagai bagian dari upaya pembenahan struktural di tubuh Kementerian Keuangan.

Pergantian ini dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat agenda reformasi birokrasi, khususnya pada sektor strategis seperti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Iklan
Sponsor: AtjehUpdate
Iklan
Iklan

Direktur Eksekutif Gadjah Puteh, Said Zahirsyah, menilai latar belakang Sekjen yang juga berasal dari lingkungan kepabeanan menjadi dua sisi yang harus dikelola secara bijak. Di satu sisi menjadi modal pengalaman, namun di sisi lain harus dijaga agar tidak melahirkan konflik kepentingan atau pola lama yang justru menghambat reformasi.

“Kami melihat ini sebagai momentum penting. Tapi kami juga mengingatkan, jangan sampai latar belakang yang sama justru membuka ruang intervensi ke Bea Cukai. Sekjen harus berdiri sebagai penguat sistem, bukan menjadi aktor yang ikut bermain dalam teknis internal,” tegas Said Zahirsyah.

Gadjah Puteh secara tegas mengingatkan agar Sekjen Kemenkeu yang baru tidak mengulangi praktik-praktik lama yang selama ini menjadi sorotan publik, terutama terkait dugaan penempatan orang-orang tertentu pada posisi strategis di lingkungan Bea Cukai. Menurutnya, pola tersebut berpotensi menciptakan “jalur hijau dan merah” dalam pengambilan kebijakan, mulai dari mutasi, promosi, hingga keputusan-keputusan strategis lainnya.

Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

“Jangan lagi ada kesan bahwa posisi-posisi strategis hanya diisi oleh kelompok atau angkatan tertentu. Jangan ada lagi pintu hijau dan pintu merah dalam kebijakan. Semua harus kembali pada sistem, meritokrasi, dan kepentingan institusi, bukan kepentingan kelompok,” ujarnya.

Sponsor: AtjehUpdate
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses